Rupiah Tersungkur, Dolar Rp18.000, Purbaya Bantah Mundur

Ringkasan Berita
  • Rupiah melemah ke level Rp18.000 per dolar AS, dipicu faktor eksternal seperti eskalasi geopolitik Timur Tengah dan tekanan harga minyak dunia, serta kebutuhan valas domestik untuk repatriasi dividen dan pembayaran utang. Bank Indonesia berjanji meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental ekonomi.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu pengunduran dirinya, dengan penegasan juga datang dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bahwa belum ada agenda pergantian. Namun, tradisi politik Presiden Prabowo dinilai seringkali diikuti pencopotan pejabat yang sebelumnya dicegah mundur, seperti contoh kasus Hasan Nasbi pada 2025.
  • Ketidakpastian politik seputar posisi Menkeu menambah kerumitan situasi ekonomi Indonesia yang sedang dihadapkan pada gejolak pasar keuangan global. Analisis mengisyaratkan bahwa penolakan atau pencegahan pengunduran diri oleh Presiden tidak menjamin jabatan tetap aman dalam jangka panjang.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Kondisi Indonesia semakin tak pasti. Rupiah semakin tersungkur. Sekarang dolar mencapai Rp18.000.

Situasi ekonomi makin semrawut karena muncul isu Purbaya Yudhi Sadewa mundur dari posisinya sebagai Menteri Keuangan (Menkeu). Menurut isu yang beredar, Purbaya akan digantikan ekonom Chatib Basri.

Namun Purbaya yang sekarang dikabar sedang pusing itu membantah.

"Tidak," tegas Purbaya singkat seperti CNNIndonesia.com, Kamis 4 Juni 2026.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga membantah kabar Purbaya mundur. Prasetyo menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada agenda penggantian menteri keuangan.

“Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau. Tidak ada, tidak ada rencana pergantian,” bantah Mensesneg Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 4 Juni 2026.

Meski demikian pernyataan Prasetyo tidak final. Pengamatan BANGSAONLINE selama ini, tradisi politik Presiden Prabowo selalu menolak atau mencegah menteri atau pejabatnya mundur. Tapi tak berselang lama biasanya mereka lalu dicopot, meski kemudian kadang ditempatkan di posisi lain.

Salah satu contoh Hasan Nasbi. Orang dekat Jokowi itu pernah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) pada April 2025 lalu. Namun, ia dicegah oleh Prabowo. Ia akhirnya batal mundur setelah menerima perintah dari Presiden untuk tetap bertugas memimpin PCO sambil melakukan perbaikan.

Tapi pada September 2025 Hasan Nasbi ternyata dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto dari jabatannya sebagai Kepala Kantor PCO. Posisi Hasan Nasbi diganti Angka Raka Prabowo.

Sementara Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas dan menghambat prospek perdamaian.

Menurut Desty, kondisi tersebut membuat harga minyak dunia tetap tinggi sehingga meningkatkan risiko inflasi global dan mendorong arus modal keluar dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dalam keterangan resminya, Kamis pada 4 Juni 2026 Desty mengatakan, selain faktor eksternal, juga dipengaruhi faktor kebutuhan valas domestik yang masih cukup besar, terutama terkait repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri (ULN).

Lalu bagiama cara meredam gejolak di pasar keuangan? BI – tegas dia - memastikan akan meningkatkan intensitas intervensi guna menjaga stabilitas rupiah sesuai fundamental ekonomi domestik.

"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dan meningkatkan intensitas intervensi untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai dengan fundamentalnya," ujar Destry.