JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pemkab Jember mengambil langkah konkret mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui sinergi strategis bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta jajaran perbankan Himbara, BPD, dan swasta.
Pertemuan digelar di Kantor OJK Jember pada Selasa (18/6/2026). Kepala OJK Jember, Aris Budiman, menekankan pentingnya keselarasan pandangan antara otoritas keuangan dan Pemkab Jember.
Ia menyebut penguatan sektor perbankan harus diarahkan agar likuiditas tersalurkan presisi mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, menyambut positif langkah tersebut.
“Pada kuartal pertama 2026, laju pertumbuhan ekonomi Jember melonjak hingga 6,38 persen, tertinggi di seluruh area Sekarkijang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (19/6/2026).
Menurut dia, penyerapan dana APBD dan APBN tidak cukup jika berdiri sendiri. Potensi Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mendominasi kawasan Sekarkijang harus dikonversi menjadi kredit produktif dan investasi masif pada semester kedua 2026.
“Pengoptimalan DPK harus diimbangi dengan penyaluran kredit produktif serta investasi agresif,” tuturnya.
Pemkab Jember juga menyiapkan pembaruan RTRW, penataan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta mega proyek pengelolaan sampah senilai Rp1,5-2 triliun pada akhir 2026.
Skema pembiayaan infrastruktur melalui PT SMI akan digunakan untuk mempercepat perbaikan jalan, penerangan umum, jaringan air bersih, dan listrik.
Untuk menjamin keberlanjutan arus modal, Pemkab Jember bersama OJK, BI, dan konsorsium perbankan menyepakati pembentukan forum komunikasi berkala sebagai wadah pendampingan dan kemudahan izin bagi penanam modal. (yud/mar)










