348 Warga Terserang ISPA dalam Sebulan, Dinkes Jember Galakkan Pencegahan

JEMBER,BANGSAONLINE.com - Fasilitas kesehatan di Kabupaten Jember meningkatkan kewaspadaan setelah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan influenza menunjukkan peningkatan dalam sebulan terakhir.

Balita tercatat sebagai kelompok masyarakat yang paling banyak mengalami penyakit tersebut.

Meski demikian, paparan virus dan bakteri penyebab gangguan pernapasan tetap dapat terjadi pada masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Berdasarkan data yang dihimpun sejak pertengahan Agustus hingga pertengahan September 2026, tercatat 348 warga mengalami ISPA dan 21 orang terdiagnosis influenza. Penambahan pasien paling tinggi dilaporkan terjadi dalam dua pekan terakhir.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Kabupaten Jember, dr. Rita Wahyuningsih, mengatakan penyebaran penyakit tersebut berlangsung cukup luas di tengah aktivitas masyarakat.

"Penyebaran penyakit ini terjadi secara meluas dan dapat menjangkiti seluruh lapisan masyarakat dari beragam usia. Namun, anak balita sejauh ini menjadi kelompok terbanyak yang mengalami penularan," jelas dr. Rita saat memberikan keterangan, Senin (21/9/2026).

Penularan penyakit pernapasan tersebut terutama terjadi melalui percikan air liur atau droplet dari orang yang terinfeksi. Virus dapat berpindah dari satu orang ke orang lain ketika penderita batuk atau bersin tanpa menerapkan perlindungan yang tepat.

"Penularan utamanya dipicu oleh lontaran cipratan air liur (droplet) ketika pasien yang terinfeksi sedang bersin atau batuk tanpa proteksi," kata dr. Rita.

Menghadapi peningkatan kasus tersebut, Dinkes PPKB Jember melakukan berbagai langkah antisipasi, mulai dari penguatan edukasi pencegahan di masyarakat hingga meningkatkan kesiapan kapasitas pelayanan kesehatan.

Upaya yang dilakukan antara lain dengan menggencarkan kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menyebarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala influenza. Pada saat yang sama, kesiapan fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan terus diperkuat.

"Sementara dari sisi penanganan medis, kesiapan dan kapasitas layanan di tingkat Puskesmas hingga Rumah Sakit terus ditingkatkan untuk menampung pasien," tegas dr. Rita.

Untuk mempercepat respons terhadap perkembangan kasus, Dinkes PPKB Jember juga terus memantau tren penyakit tersebut secara berkala melalui platform pelaporan digital.

"Kami terus memantau dinamika pergerakan jumlah kasus harian melalui sistem aplikasi pelaporan khusus agar langkah antisipasi di lapangan bisa berjalan cepat dan tepat," tuturnya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau membiasakan kembali mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker ketika kondisi tubuh kurang fit, serta menerapkan etika batuk dan bersin untuk mengurangi risiko penularan di tempat umum. (yud/van)