Para petani Bojonegoro saat membuat dekomposer cair secara swadaya
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kelompok Tani Setyo Budi Utomo di Desa Luwihaji, Bojonegoro, memproduksi dekomposer cair secara swadaya untuk mempercepat penguraian jerami dan menjaga kesuburan lahan pertanian.
Inisiatif tersebut mendapat pendampingan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro.
Pendamping lapangan DKPP Bojonegoro, Moch. Minan, mengatakan dekomposer buatan petani berperan penting dalam mempercepat proses penguraian bahan organik, terutama sisa jerami padi di sawah.
Dengan bantuan mikroorganisme aktif, residu tanaman lebih cepat terurai menjadi unsur hara yang dapat dimanfaatkan pada musim tanam berikutnya.
Menurut Minan, penggunaan dekomposer mandiri menjadi langkah strategis karena mampu menekan potensi serangan hama dan penyakit yang kerap bertahan pada sisa tanaman lama.
Selain itu, praktik tersebut dinilai memberi sejumlah keuntungan bagi petani, seperti mengurangi biaya produksi karena tidak bergantung pada produk kimia pabrikan, memperbaiki struktur tanah melalui peningkatan populasi mikroba menguntungkan, serta mempercepat kesiapan lahan tanam karena jerami lebih cepat terurai.
Ia menegaskan, inovasi ini juga menjadi solusi alternatif untuk menghentikan kebiasaan pembakaran jerami di lahan pertanian.
“Pengolahan jerami dengan dekomposer berarti mengembalikan bahan organik ke dalam tanah. Ini bukan sekadar pengelolaan limbah, tetapi investasi kesuburan tanah untuk jangka panjang,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Melalui kegiatan tersebut, para petani di Kecamatan Ngraho diharapkan semakin konsisten menerapkan teknologi hayati dalam pengelolaan lahan.
Langkah sederhana yang dimulai dari tingkat desa ini diharapkan mampu berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis pertanian berkelanjutan. (van)














