Polres Madiun Bekuk Pencuri Tembaga Trafo yang Nyamar Jadi Petugas PLN

MADIUN,BANGSAONLINE.com - Satreskrim Polres Madiun menangkap seorang pria berinisial IVCI (43) yang diduga mencuri peralatan jaringan PLN di sejumlah wilayah Kabupaten Madiun.

Pelaku diamankan setelah polisi menerima laporan hilangnya sejumlah komponen jaringan PLN di Kecamatan Wungu, Dolopo, dan Dagangan. Penangkapan dilakukan kurang dari sepekan setelah laporan diterima.

Hasil ungkap kasus tersebut disampaikan langsung Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara dalam konferensi pers di Gedung TS Polres Madiun, Jumat (8/5/2026).

"Kali ini kita berhasil mengamankan tersangka yang diduga telah melakukan tindak pidana Curat Plat tembaga dan ACCU di panel travo milik PLN," terang AKBP Kemas.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor, rompi warna oranye, buff, mesin impact, kunci sok, kunci ring, serta uang tunai sebesar Rp469 ribu.

Kapolres menjelaskan, kasus tersebut bermula saat PLN ULP Dolopo menerima aduan pemadaman listrik di wilayah Kecamatan Wungu, Dolopo, dan Dagangan pada 1 hingga 6 Mei 2026. Namun setelah dilakukan pengecekan, tidak terdapat jadwal pemadaman listrik di wilayah tersebut.

Petugas PLN kemudian melakukan pemeriksaan ke lapangan dan menemukan panel dalam kondisi terbuka. Selain itu, tembaga penghubung dan baterai di dalam panel diketahui telah hilang.

Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian. Satreskrim Polres Madiun kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku pada 7 Mei 2026 di pinggir Jalan Raya Madiun-Surabaya, tepatnya di Desa Ngeleh, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

"Modus yang dilakukan tersangka adalah mendatangi panel PLN dengan menyamar sebagai petugas PLN dan seperti melakukan perbaikan agar masyarakat tidak curiga," pungkasnya.

AKBP Kemas juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap orang tak dikenal yang mengaku sebagai petugas suatu instansi. Ia meminta warga memastikan identitas maupun surat tugas petugas sebelum memberikan akses di lapangan. (dro/van)