Gandeng Pertamina dan PLN, Pemkab Kediri Sejumlah Langkah untuk Petani Antisipasi Kemarau

KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mengupayakan sejumlah langka antisipasi kemaraudengan mengamankan pasokan air bagi lahan pertanian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, Sukadi, mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu program prioritas Bupati Hanindhito.

Karena itu, berbagai langkah terus dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Sebagai antisipasi dampak musim kemarau, lanjut Sukadi, Pemerintah Kabupaten Kediri terus berkoordinasi dengan Pertamina dan PLN. Bersama Pertamina, koordinasi difokuskan pada penyediaan solar bersubsidi bagi petani, sedangkan dengan PLN diarahkan pada penyediaan jaringan listrik untuk mendukung program listrik masuk sawah melalui pemasangan sumur submersible.

“Kami dengan Pertamina selalu berkomunikasi dan berkoordinasi, bahwasanya terkait dengan kebutuhan solar ini, kami minta untuk petani diprioritaskan. Dengan PLN juga, terkait program sumur submersible itu karena butuh listrik besar,” katanya.

Menurut Sukadi, pemerintah juga mempercepat proses pengurusan rekomendasi pembelian BBM bersubsidi, khususnya solar untuk kebutuhan pertanian.

Jika sebelumnya petani harus mengurus langsung ke Dispertabun untuk mendapatkan barcode pembelian, kini cukup melapor kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Selanjutnya, PPL akan membantu mengurus rekomendasi ke Dispertabun. Apabila seluruh persyaratan dinyatakan lengkap, termasuk surat keterangan dari pemerintah desa, rekomendasi akan diterbitkan pada hari yang sama.

“Rekom dari kami, hari itu juga kita akan kirim ke PPL untuk dicetak dan dikirimkan ke petani. Jadi sehari, mereka sudah bisa mendapatkan barcode solar bersubsidi,” terangnya.

Meski proses pengurusan dipermudah, pengawasan terhadap penggunaan BBM bersubsidi tetap diperketat untuk mencegah penyalahgunaan.

Solar bersubsidi tersebut hanya diperuntukkan bagi kebutuhan operasional mesin diesel pompa air maupun alat dan mesin pertanian (alsintan) lainnya.

Selain itu, pada 2026 Pemerintah Kabupaten Kediri akan membangun sekitar 380 titik sumur submersible yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat maupun daerah. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada kelompok tani di berbagai wilayah Kabupaten Kediri untuk mendukung kebutuhan irigasi saat musim kemarau.

“Kami dengan PLN Kediri maupun Mojokerto, selalu berkomunikasi, berkoordinasi terkait kebutuhan petani masalah listrik untuk diprioritaskan,” ucapnya.

Di samping memperkuat sarana irigasi, Pemerintah Kabupaten Kediri juga berupaya menekan biaya produksi petani melalui penyaluran bantuan benih. Pada 2026, sebanyak 200 ton benih jagung disalurkan untuk mendukung penanaman di lahan seluas 13.300 hektare.

Saat menyerahkan bantuan benih secara simbolis kepada kelompok tani pada akhir Juni 2026, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Dhito memastikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga akan kembali disalurkan tahun ini guna mendukung produktivitas petani.

"Kita tidak berhenti di sini, karena setelah benih kita masih memiliki bantuan nanti Alsintan, jumlahnya nanti ditunggu saja," kata Dhito. (uji/van)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: