Irwil IV Kemenhaj: 40 Persen Jemaah Haji Lansia, Petugas Harus Standby Lebih Awal

Irwil IV Kemenhaj: 40 Persen Jemaah Haji Lansia, Petugas Harus Standby Lebih Awal Para calon petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) saat mengikuti pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis (15/1/2026) malam. Foto: bangsaonline

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Inspektur Wilayah (Irwil) IV Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Brigjen Pol Jamaludin, menegaskan agar calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun ini selalu bersiap lebih awal sebelum jemaah haji.

Hal tersebut disampaikan karena 40 persen peserta haji tahun ini merupakan jemaah lanjut usia (lansia).

“Tepat waktu, minim 15 menit sebelum kegiatan kita sudah standby. Misal ada jemaah yang lupa bawa nusuk, balik lagi, (sudah) berapa menit?” ujarnya saat mengisi materi pengawasan kinerja petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (15/1/2026) malam.

Ia turut menekankan pentingnya disiplin waktu, kerja sama, serta pembiasaan diri dalam menjalankan tugas.

“Makanya saya ingatkan untuk tepat waktu. Ayo kita biasakan melatih diri. Di sini kita melatih diri, disiplin, kerja sama, di sini lah tempatnya,” tuturnya.

Selain ketepatan waktu, Jamaludin juga mengingatkan agar calon petugas haji bekerja dengan tulus dan ikhlas.

“Ingat, kita bukan bos, kita adalah pelayan jemaah haji. Karena ada jemaah haji, bapak ibu sekalian haji gratis, dapat fasilitas, dapat honor, tapi tetap harus ingat kewajibannya,” ucapnya.

Disebutkan olehnya, setiap petugas wajib melapor untuk memudahkan penanganan jika ada jemaah yang terpisah dari rombongan.

“Tugas kita mengawal, melayani. Itu tugas kita di sana. Kalau tidak, ya buat apa kita latihan? Apalagi yang lansia, yang prioritas, jangan sampe ditinggalin. Anggap saja orang tua yang haji itu orang tua kita, bapak ibu kita yang kita layani. Insyaallah pahalanya berkali-kali lipat,” pungkasnya. (msn/mma)