Rabu, 30 September 2020 06:29

Selingkuh dengan Tetangga, Warga Montongsekar Usir dan Minta Mantan Sekdes Dipecat dari PNS

Kamis, 09 Juni 2016 18:29 WIB
Wartawan: Suwandi
Selingkuh dengan Tetangga, Warga Montongsekar Usir dan Minta Mantan Sekdes Dipecat dari PNS
ilustrasi

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Warga Desa Montongsekar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban meminta pada Bupati Tuban, H. Fathul Huda agar memecat Sekdes Montongsekar, Muhammad. Pasalnya. Muhammad diketahui selingkuh dengan Sriwati (35), perempuan yang masih satu desa.

Warga tidak hanya meminta sekdes dicopot dari jabatan di struktur desa, namun juga dari statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kami minta pada pak Camat maupun pak Bupati agar mencopot sekdes yang selingkuh itu,” kata warga Desa Montongsekar yang identitasnya minta dirahasiakan saat ditemui BANGSAONLINE.com, Kamis (9/6).

Ia menilai, pemerintah terlalu lamban menyikapi kasus perselingkuhan tersebut. Pasalnya, tindakan asusila itu sudah berlangsung lama. Bahkan, sampai sekarang Muhammad juga masih berstatus sebagai pengurus pasar Desa Montongsekar.

“Kami harap kepala desa juga harus tegas, jangan seolah-olah malah melindungi,” terang sumber tersebut.

Selain itu, ia juga mengaku bahwa warga lainnya setuju jika Muhammad angkat kaki dari Desa Montongsekar. Sebab, tindakannya dinilai telah mencoreng masyarakat Desa Montongsekar.

"Sebagai pejabat publik seharusnya memberi contoh yang baik. Bukan malah membuat onar atau berbuat yang melanggar asusila," geramnya.

“Tindakan sekdes selingkuh ini bukan kali pertama, bahkan ia sudah kepergok berulang kali. Katanya akan berhenti dan tidak mengulangi lagi. Tapi kenyataannya ia masih mengulangi lagi,” tambahnya dengan nada tinggi.

Terpisah, menanggapi kasus Sekdes Montongsekar yang selingkuh itu, Camat Montong, Agus Wijaya mengatakan bahwa saat ini Muhammad sudah tidak lagi menjabat di Desa Montongsekar, melainkan dipindah tugaskan ke kecamatan lain.

Sedangkan, untuk sanksi bagi Muhammad, Agus mengaku saat ini belum memutuskan. “Yang memberikan keputusan pemecatan bukan hanya kami, tapi harus melalui tim. Di mana tim itu terdiri dari BKD, Inspektorat, Kabag organisasi dan pihak kecamatan. Setelah adanya pemeriksaan dari tim itu, kemudian baru muncul hasil putusan,” beber Agus.

Meski begitu, Agus mengatakan bahwa saat ini pihaknya mendesak agar Muhammad tetao memberikan nafkah pada keluarganya. "Karena selama ini ternyata mantan sekdes tersebut jarang memberi nafkah keluarganya. Untuk itu, pihak kecamatan meminta agar gajinya itu tetap diberikan pada keluarga," pungkasnya. (wan/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Senin, 28 September 2020 22:43 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*32. waidhrib lahum matsalan rajulayni ja’alnaa li-ahadihimaa jannatayni min a’naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja’alnaa baynahumaa zar’aanDan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua...
Minggu, 27 September 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...