Sabtu, 11 Juli 2020 11:45

Selingkuh dengan Tetangga, Warga Montongsekar Usir dan Minta Mantan Sekdes Dipecat dari PNS

Kamis, 09 Juni 2016 18:29 WIB
Wartawan: Suwandi
Selingkuh dengan Tetangga, Warga Montongsekar Usir dan Minta Mantan Sekdes Dipecat dari PNS
ilustrasi

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Warga Desa Montongsekar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban meminta pada Bupati Tuban, H. Fathul Huda agar memecat Sekdes Montongsekar, Muhammad. Pasalnya. Muhammad diketahui selingkuh dengan Sriwati (35), perempuan yang masih satu desa.

Warga tidak hanya meminta sekdes dicopot dari jabatan di struktur desa, namun juga dari statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kami minta pada pak Camat maupun pak Bupati agar mencopot sekdes yang selingkuh itu,” kata warga Desa Montongsekar yang identitasnya minta dirahasiakan saat ditemui BANGSAONLINE.com, Kamis (9/6).

Ia menilai, pemerintah terlalu lamban menyikapi kasus perselingkuhan tersebut. Pasalnya, tindakan asusila itu sudah berlangsung lama. Bahkan, sampai sekarang Muhammad juga masih berstatus sebagai pengurus pasar Desa Montongsekar.

“Kami harap kepala desa juga harus tegas, jangan seolah-olah malah melindungi,” terang sumber tersebut.

Selain itu, ia juga mengaku bahwa warga lainnya setuju jika Muhammad angkat kaki dari Desa Montongsekar. Sebab, tindakannya dinilai telah mencoreng masyarakat Desa Montongsekar.

"Sebagai pejabat publik seharusnya memberi contoh yang baik. Bukan malah membuat onar atau berbuat yang melanggar asusila," geramnya.

“Tindakan sekdes selingkuh ini bukan kali pertama, bahkan ia sudah kepergok berulang kali. Katanya akan berhenti dan tidak mengulangi lagi. Tapi kenyataannya ia masih mengulangi lagi,” tambahnya dengan nada tinggi.

Terpisah, menanggapi kasus Sekdes Montongsekar yang selingkuh itu, Camat Montong, Agus Wijaya mengatakan bahwa saat ini Muhammad sudah tidak lagi menjabat di Desa Montongsekar, melainkan dipindah tugaskan ke kecamatan lain.

Sedangkan, untuk sanksi bagi Muhammad, Agus mengaku saat ini belum memutuskan. “Yang memberikan keputusan pemecatan bukan hanya kami, tapi harus melalui tim. Di mana tim itu terdiri dari BKD, Inspektorat, Kabag organisasi dan pihak kecamatan. Setelah adanya pemeriksaan dari tim itu, kemudian baru muncul hasil putusan,” beber Agus.

Meski begitu, Agus mengatakan bahwa saat ini pihaknya mendesak agar Muhammad tetao memberikan nafkah pada keluarganya. "Karena selama ini ternyata mantan sekdes tersebut jarang memberi nafkah keluarganya. Untuk itu, pihak kecamatan meminta agar gajinya itu tetap diberikan pada keluarga," pungkasnya. (wan/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...