Tanah Gerak di Pamekasan Merembet ke Permukiman hingga Belah Pekarangan, 9 Rumah Warga Terancam

Tanah Gerak di Pamekasan Merembet ke Permukiman hingga Belah Pekarangan, 9 Rumah Warga Terancam Tangkapan layar video amatir warga yang memperlihatkan rumah yang rusak akibat tanah bergerak

PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com -Bencana tanah gerak di Kabupaten Pamekasan meluas hingga ke permukiman warga. 

Setidaknya sembilan rumah di Dusun Paseset Temor, Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, terdampak pergerakan tanah yang terus berlangsung.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, sejumlah rumah warga tampak mengalami retak parah pada dinding dan struktur bangunan. Retakan juga terlihat pada halaman rumah yang terbelah akibat pergeseran tanah.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga akan potensi rumah ambruk. Sejumlah keluarga mulai menyelamatkan barang-barang berharga dengan menumpuk genteng, perabot rumah tangga, serta perlengkapan lainnya ke lokasi yang dianggap lebih aman.

“Ini ada sekitar 9 rumah terdampak. Barang-barang sudah ditumpuk karena warga bersiap untuk mengungsi,” ujar perekam dalam video yang beredar di media sosial.

Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah tetangga terdekat. Sementara itu, beberapa warga lainnya mengungsi ke langgar berbahan kayu guna menghindari risiko yang lebih besar.

Peristiwa tanah gerak tersebut telah dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan. 

Menindaklanjuti laporan itu, petugas piket Posko Siaga Bencana Hidrometeorologi langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

PLt Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengatakan kejadian ini merupakan insiden kedua yang terjadi di wilayah yang sama dalam waktu berdekatan.

“Kami sudah memerintahkan tim untuk segera menuju lokasi. Ini kejadian kedua di wilayah yang sama. Kemarin kami sudah melakukan asesmen pada jalan kampung yang retak dan longsor, dan hari ini ternyata merembet ke rumah warga,” terang Dhofir.

Dhofir menegaskan langkah warga untuk mengungsi sementara dinilai tepat demi menghindari potensi bahaya lanjutan.

“Kita tunggu hasil asesmen dari tim di lapangan. Jika nantinya dibutuhkan tenda pengungsian, kami siap menyiapkannya,” tambahnya.

Sebelumnya, pergerakan tanah dan longsor di Desa Sana Daya telah merusak akses jalan perkampungan hingga tidak dapat dilalui secara normal. 

Warga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila pergerakan tanah terus berlanjut.