Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Gus Qowim saat foto bersama tamu undangan dan anak yatim. (Ist)
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati turut hadir dalam buka bersama (bukber) serta santunan anak yatim dan dhuafa di Pondok Pesantren (PP) Wali Barokah, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini sebagai momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Vinanda mengaku bahwa komposisi pemandangan sore itu menjadikannya merasa optimis karena di ruangan tersebut hadir seluruh unsur penting Kota Kediri, mulai dari aparat, lembaga keuangan, pemerintah, ulama, hingga masyarakat, termasuk Ketua PCNU Kota Kediri KH. Abu Bakar Abdul Jalil sebagai pengisi tausiah.
BACA JUGA:
- Wali Kota Kediri Jelaskan 3 Raperda, dari Jalanan hingga Cadangan Pangan
- Rumah Kerap Bocor, Nenek 76 Tahun di Kota Kediri Terima Bantuan Bedah Rumah Rp20 Juta
- Kegiatan Mlaku Bareng Dipadati Ribuan Warga PSHT Kota Kediri
- Dispendukcapil Kota Kediri Pastikan Fotokopi KTP-el Masih Diperbolehkan Asal Bijak Digunakan
"Dan ada masyarakat yang menjadi ruh dari semuanya. Inilah wajah Kota Kediri yang sesungguhnya. Kolaboratif, rukun, dan saling menguatkan," kata wanita yang akrab disapa Mbak Wali itu.
Ia mengungkapkan, saat ini di tingkat nasional, pemerintah sedang bekerja keras menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat perlindungan sosial selama Ramadan hingga Idulfitri. Di tingkat provinsi, penguatan moderasi beragama dan sinergi antar elemen terus digelorakan. Semua itu bermuara pada satu tujuan, yaitu masyarakat merasa aman, tenang, dan sejahtera. Sementara di Kota Kediri, Pemkot ikhtiar menerjemahkan semangat itu dalam langkah nyata. Pemkot memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar, inflasi terkendali, bantuan sosial tepat sasaran, UMKM tetap bergerak, serta daya beli masyarakat selama Ramadan tetap terjaga.
"Kami juga terus memperkuat ruang-ruang dialog lintas agama dan organisasi agar kerukunan yang sudah terbangun tetap terawat dengan baik," ungkapnya.
Wali kota termuda ini memaparkan, sekuat apa pun kebijakan pemerintah, tidak akan pernah cukup tanpa dukungan dan doa dari para ulama serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Kota ini akan kuat jika ulama dan umaro berjalan beriringan. Jika pesantren, organisasi keagamaan, pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat saling percaya dan saling menopang.
Dia juga mengungkapkan PP Wali Barokah hari ini telah memberi contoh, bahwa kepedulian sosial yang rutin dilakukan setiap tahun adalah bukti bahwa keberagamaan harus melahirkan kebermanfaatan.
"Kepada anak-anak yatim yang hadir sore ini, kalian adalah anak-anak hebat. Jangan pernah merasa kecil. Pemerintah Kota Kediri akan terus berupaya hadir memastikan hak pendidikan dan perlindungan kalian terpenuhi. Kepada Bapak Ibu penerima manfaat, semoga bantuan ini membawa keberkahan dan meringankan beban. Mohon digunakan dengan bijak," paparnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




