Warga Jangan Panic Buying! Inflasi Kota Kediri Capai 3,27 Persen pada Mei, Ini Pemicunya

Warga Jangan Panic Buying! Inflasi Kota Kediri Capai 3,27 Persen pada Mei, Ini Pemicunya Pemantauan harga komoditas di pasar tradisional di Kota Kediri terus dilakukan. (Ist).

KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com mengalami tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 3,27 persen pada Mei 2026. 

Sementara itu, bulanan (month-to-month/m-to-m) tercatat sebesar 0,35 persen dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar kenaikan harga.

Data tersebut disampaikan Badan Pusat Statistik () dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang digelar secara daring pada Selasa (02/06/2026).

Kepala , Emil Wahyudiono menjelaskan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar, baik secara bulanan maupun tahunan.

Pada bulanan, kelompok tersebut menyumbang andil sebesar 0,17 persen. Sementara pada tahunan, kontribusinya mencapai 1,33 persen.

Menurut Emil, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan harga komoditas selama Mei 2026.

Salah satunya adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berdampak pada meningkatnya tarif angkutan udara akibat naiknya harga avtur.

Di sisi lain, beberapa komoditas pangan mengalami penurunan harga karena pasokan yang melimpah.

Komoditas tersebut antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang putih.

Sebaliknya, harga bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit mengalami kenaikan selama periode tersebut.

Emil juga mengungkapkan harga emas perhiasan masih melanjutkan tren penurunan yang dipengaruhi kondisi perekonomian global dan dinamika geopolitik.

Sementara itu, harga sejumlah barang elektronik seperti laptop, notebook, dan telepon seluler mengalami kenaikan akibat meningkatnya harga komponen dan bahan baku.

Berdasarkan data , cabai rawit menjadi komoditas penyumbang terbesar pada Mei 2026 dengan andil 0,13 persen.

Disusul komoditas rekreasi sebesar 0,08 persen dan cabai merah sebesar 0,06 persen.

Komoditas lain yang turut menyumbang antara lain sawi hijau, angkutan udara, bawang merah, telepon seluler, laptop atau notebook, minyak goreng, bensin, hingga kendaraan bermotor.

"Ada juga komoditas yang justru menjadi penghambat , antara lain: emas perhiasan andil -0,10%; daging ayam ras sebesar -0,04%; telur ayam ras sebesar -0,03%; kelapa, semangka, bawang putih sebesar -0,02%; nugget, ikan nila, dan jagung manis masing-masing sebesar -0,01%," jelas Emil.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Tanam Pohon dan Tebar Benih Ikan Warnai Peringatan Hari Bumi dan Hari Air Dunia di Kota Kediri':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO