Risalah Forum Kiai Muda Kempek: Kerja Sama dengan Zionis Haram, Gus Yahya Harus Legowo Dipecat

Risalah Forum Kiai Muda Kempek: Kerja Sama dengan Zionis Haram, Gus Yahya Harus Legowo Dipecat Sejumlah kiai muda dari Jawa Barat dan DKI Jakarta yang tergabung dalam Forum Bahtsul Masail di Pesantren Kempek, Cirebon, menyampaikan sikap keagamaan terkait dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). foto: istimewa.

CIREBON,BANGSAONLINE.com - Sejumlah kiai muda dari Jawa Barat dan DKI Jakarta yang tergabung dalam Forum Bahtsul Masail Pesantren , Cirebon, menyatakan sikap keagamaan terkait dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (), termasuk pemberhentian Ketua Umum Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Forum bahtsul masail yang digelar pada Jumat, 16 Januari 2026, tersebut diikuti puluhan kiai muda, di antaranya KH Abdul Muiz Syaerozi, KH Muhammad Shofy, KH Jamaluddin Mohammad, KH Ahmad Baiquni, KH Mukti Ali, dan KH Nanang Umar Faruq. Dalam forum itu, para peserta membahas sejumlah isu keumatan dan organisasi yang dinilai krusial.

Para kiai menilai kerja sama dengan jaringan zionisme internasional bertentangan dengan prinsip syariat Islam, nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU. Zionisme dipahami sebagai ideologi politik yang berbeda dengan Yahudi sebagai agama.

“Forum menegaskan bahwa Islam membedakan antara Yahudi sebagai agama dan zionisme sebagai ideologi politik. Zionisme dipandang sebagai paham yang mengedepankan kekerasan, penjajahan, dan agresi militer, khususnya terhadap Palestina. Karena itu, zionisme dikategorikan sebagai bentuk permusuhan (harbîy) terhadap umat Islam,” kata Juru Bicara Forum, KH Muhammad Shofy, putra Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Cirebon, KH Muhammad Musthofa Aqiel, belum lama ini.

Dalam rumusannya, forum menyatakan bahwa kerja sama dengan pihak yang dinilai sebagai kâfir harbîy hukumnya haram dan termasuk dalam kategori i’ânah ‘alâ al-ma’shîyah atau membantu kemaksiatan. 

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO