Rabu, 05 Agustus 2020 16:55

1.400 TKA Serbu Jatim: Masuk Tanpa Dokumen Resmi, Dewan Sesalkan

Rabu, 20 Januari 2016 22:49 WIB
1.400 TKA Serbu Jatim: Masuk Tanpa Dokumen Resmi, Dewan Sesalkan
ilustrasi tenaga kerja asing

SURABAYA, BANGSAONLIN.com - Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Da’im merasa kaget serbuan 1400 tenaga kerja asing (TKA) ke Jawa Timur pasca pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Terlebih mereka disinyalir masuk tanpa dokumen resmi. Terkait temuan data tersebut, Dewan minta Dinaskertransduk menggandeng kepolisian untuk melakukan sweeping. Hal ini mendesak untuk dilakukan sebelum banyaknya tenaga kerja lokal yang bertumbangan akibat maraknya TKA.

‘’Ini harus diantisipasi sejak dini agar tidak merugikan tenaga kerja lokal. Apalagi kabarnya mereka mau digaji murah, tentunya permasalahan ini banyak dilirik oleh perusahaan yang ada di Jatim untuk memperkerjakan TKA di perusahaannya,’’ papar politisi asal PAN Jatim ini, Rabu (20/1).

Di sisi lain, Suli juga mengingatkan agar tenaga kerja lokal tidak jual mahal dengan tetap meminta gaji di atas kewajaran. Padahal perusahaan yang selama ini menampung mereka bekerja kondisinya sudah kembang-kempis.

‘’Para pekerja lokal juga harus intropeksi diri. Seharusnya dia tidak menuntut terus. Tapi coba berpikir realistis saja. Artinya perusahaan di mana dia bekerja tentunya tidak dapat meningkatkan gaji mereka meningkat terus. Yang terpenting saat ini bagaimana dia dapat bekerja dan memberikan nafkah pada keluarganya,’’ tandas mantan Ketua PW Muhammadiyah Jatim ini.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk), Soekardo mengungkapkan sejak diberlakukannya MEA awal Januari 2016, tidak kurang 4.000 Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk ke Jawa Timur. Berdasarkan catatan Disnakertransduk Provinsi Jawa Timur, 45 persen TKA tersebut bekerja di bidang industri atau perusahaan, dan 55 persen sisanya bekerja sebagai guru, perawat dan dokter.

"Dari 4.000 TKA itu kebanyakan bekerja di Surabaya, yakni sekitar 600-700 orang. Sedangkan sisanya tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur," ujar mantan Sekretaris DPRD Jatim tersebut.

Ironisnya, kata Sukardo, jumlah TKA yang bekerja di Surabaya ternyata tak sesuai dengan data milik Disnakertransduk. Bahkan fakta di lapangan, ditemukan sebanyak 2.000 lebih TKA yang bekerja di Kota Pahlawan. "Kami juga mendapat informasi dari masyarakat di daerah-daerah seperti di Bojonegoro, Tuban, Sidoarjo, Mojokerto juga terdapat TKA yang tidak memiliki dokumen," terang dia.

Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya telah menggandeng pihak Imigrasi, Kepolisian dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menyelidiki hasil temuan dan laporan tersebut.

"Saat kami melakukan pengecekan, kami menemukan 2.000 TKA di Surabaya. Padahal, catatan kami hanya ada sekitar 600-700 TKA di Surabaya. Kami harap pihak Imigrasi, Kepolisian dan SKPD menyelidiki dan mengusut adanya laporan dari masyarakat tersebut," pungkas Soekardo. (mdr/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...