Bupati Pamekasan, saat menyeduh kopi di sebuah warung.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Di sebuah warung kecil di kawasan Undaan, Surabaya, suasana pagi terasa hangat. Aroma kopi hitam menguar di udara, kursi kayu tua berderit pelan, dan di sudut dekat jendela, seorang pria berkopiah hitam duduk tenang menyeruput kopi susu.
Tak banyak yang menyadari, pria itu adalah Bupati Pamekasan, Kholilurrahman. Kamis (16/10/2025) pagi, sang istri tercinta, Nyai Ummu Royhana Kholilurrahman, tengah menjalani operasi mata di Rumah Sakit Undaan.
BACA JUGA:
- Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Apresiasi Progam Bunga Nol Persen untuk UMKM: Harus Tepat Sasaran
- Komdigi Tegaskan Perlindungan UMKM di Ekosistem E-Commerce Nasional
- Bupati Pamekasan Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital saat Peringati Harkitnas 2026
- Disperinaker Bangkalan: Gaji di Bawah UMK Hanya untuk UMKM
Alih-alih menunggu di ruang tunggu rumah sakit, Kiai Kholil memilih singgah di warung sederhana milik warga. Tanpa pengawalan mencolok, tanpa protokol panjang, hanya ditemani secangkir kopi dan obrolan ringan bersama warga.
Ia tampak berbincang santai dengan beberapa pelanggan yang baru menyadari siapa sosok di hadapan mereka. Tak ada jarak, tak ada formalitas, hanya tawa kecil dan gurauan tentang harga gula dan cuaca yang tak menentu.
“Kalau usaha kecil berkembang, itu akan berdampak besar pada roda ekonomi yang lebih luas. Karena itu, siapa pun (termasuk pejabat), punya tanggung jawab moral untuk mendukung UKM,” ujarnya lirih.
Warung itu milik Mak Yanti, perempuan paruh baya yang membuka lapaknya sejak subuh. Saat menyadari siapa tamunya, ia sempat terpaku.
“Saya kira cuma orang biasa. Biasanya pejabat itu datang bawa rombongan, tapi beliau datang sendiri, beli kopi, dan ramah sekali,” akunya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




