Maba UNU Pasuruan Tegaskan Komitmen Sosial saat Puncak Maorinta

Maba UNU Pasuruan Tegaskan Komitmen Sosial saat Puncak Maorinta Puncak Maorinta UNU Pasuruan

Orasi berikutnya datang dari Wakil Presiden Mahasiswa, Achmad Khozin, yang menyerukan agar keberpihakan diwujudkan dalam aksi nyata.

“Turun ke desa, advokasi kebijakan, dampingi pedagang pasar. Keberpihakan bukan slogan, melainkan kerja konkret,” tegasnya.

Giliran Staf Menteri Dalam Negeri BEM, Ulva J., menekankan modal utama seorang aktivis: keberanian dan integritas, bukan materi.

Puncak acara ditutup Presiden Mahasiswa , M. Ubaidillah Abdi, yang juga Koordinator Aliansi BEM Raya. Ia mengaitkan momentum orasi dengan sejarah lokal.

“Kemarin, 18 September, genap berusia 1.096 tahun. Sejarah panjang ini ditulis dengan darah pejuang dan ulama. Hari ini, tongkat estafet perjuangan itu ada di pundak kalian,” ujarnya, disambut gemuruh tepuk tangan dan pekik “Hidup Mahasiswa!”

Kegiatan ini dirancang sebagai penutup sekaligus “baptisan ideologis” bagi mahasiswa baru. Melalui orasi, BEM dan DPM ingin menegaskan bahwa mahasiswa bukan hanya penuntut ilmu, melainkan juga agen sosial yang dituntut menjaga keberpihakan pada rakyat.

Dengan demikian, orasi bersama itu menjadi simbol komitmen mahasiswa untuk melanjutkan tradisi gerakan kritis, sejalan dengan semangat peringatan Hari Jadi Kabupaten ke-1.096. (maf/par/van) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Penuhi Air Bersih Warga, Pemdes Krandegan Sukseskan Program SPAM dari PUPR':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO