Sumur Warga Plosolor Kediri Tercemar Limbah, Dewan Undang Masyarakat dan Pihak Terkait

Sumur Warga Plosolor Kediri Tercemar Limbah, Dewan Undang Masyarakat dan Pihak Terkait Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri, Totok Minto Leksono, saat memberi keterangan kepada wartawan. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE

Tujuh titik di antaranya berada di sumur milik warga yang dilaporkan tercemar, sementara sisanya berada di luar lokasi terdampak sebagai pembanding.

“Sampel kami ambil dari titik-titik yang diduga tercemar dan yang tidak tercemar, sebagai bahan komparasi. Semua sampel diuji di laboratorium yang sudah terakreditasi, sehingga hasilnya dipastikan valid,” ucap Putut.

Selain air, lanjut Putut, Tim DLH juga mengambil sampel tanah dari sekitar area pembuangan limbah milik salah satu pabrik gula (PG) di wilayah tersebut. 

Kandungan yang diuji antara lain zat berbahaya seperti besi (Fe), mangan (Mn), dan parameter pencemaran lainnya sesuai dengan baku mutu lingkungan.

Meski sumber pencemaran belum dapat dipastikan, menurut Putut, pihak pabrik gula (PT SGN, Kebun Dhoho) menunjukkan itikad baik dengan bersedia menyediakan droping air bersih bagi warga terdampak.

“Walau hasil laboratorium belum keluar, pihak perkebunan sudah siap menyalurkan air bersih. Sementara itu, kami dari Pemkab juga telah berkoordinasi untuk menjadwalkan droping air bersih secepatnya,” kata Putut.

Ia menegaskan, pihaknya masih menunggu hasil pengujian laboratorium untuk memastikan zat pencemar dan sumbernya. DLH berkomitmen untuk transparan dalam penanganan kasus ini serta mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Atas dugaan pencemaran air dan tanah di Desa Ploso Lor Kecamatan Plosoklaten, DLH Kabupaten Kediri langsung bergerak cepat dengan mengambil sampel di beberapa titik untuk memastikan kondisi lingkungan yang terdampak. (uji/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO