Cek Dugaan Pencemaran RS Aura Syifa, Pemkab Kediri Turunkan Tim Gabungan

Cek Dugaan Pencemaran RS Aura Syifa, Pemkab Kediri Turunkan Tim Gabungan Sejumlah warga bersama Pengurus Grib Jaya Kabupaten Kediri saat mendatangi tempat penampungan limbah RS Aura Syifa. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemkab Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera menurunkan tim gabungan untuk memeriksa dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah buangan di RS Aura Syifa, Dusun Dlopo, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem.

Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menyatakan pihaknya telah menerima surat pengaduan dari warga terkait dugaan pencemaran tersebut. 

“Surat aduan sudah diterima dan sudah saya disposisi untuk dilakukan pengecekan oleh Pengawas LH dan koordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).

Sejumlah warga sebelumnya mendatangi RS Aura Syifa untuk menanyakan tindak lanjut atas pengaduan yang telah dikirim. Namun, menurut Suhendro selaku juru bicara warga, pihak rumah sakit belum bisa menemui warga karena pengaduan masih dipelajari. 

“Tadi melalui Pak Andri Yulianto, disampaikan bahwa pihak manajemen belum bisa menemui, karena surat pengaduan masih dipelajari,” katanya pada Senin (23/2/2026).

Ia menambahkan, warga Dusun Dlopo telah lama mencium bau menyengat yang muncul hampir setiap hari, dan beberapa warga mengalami gangguan kesehatan seperti batuk berkepanjangan, serta sesak napas. 

“Sebelumnya tidak pernah seperti ini. Sekarang baunya cukup menyengat dan kami khawatir dengan dampaknya bagi kesehatan anak-anak dan lansia,” sambungnya.

Warga menduga pencemaran berasal dari pengelolaan limbah cair dan sampah yang tidak optimal. Mereka meminta pemerintah melakukan pemeriksaan terbuka, uji kualitas udara dan air, serta audit lingkungan termasuk izin pengelolaan limbah, IPAL, dan limbah B3 sesuai aturan. 

“Laporan/pengaduan yang disampaikan bukan bertujuan menyerang institusi tertentu, melainkan sebagai upaya perlindungan hak atas lingkungan yang sehat,” kata Suhendro.