Kamis, 27 Februari 2020 17:56

Sumatera jadi Titik Rawan, Bea Cukai Sita Bahan Pangan Ilegal Ratusan Ton

Kamis, 20 Agustus 2015 00:43 WIB
Sumatera jadi Titik Rawan, Bea Cukai Sita Bahan Pangan Ilegal Ratusan Ton
Dirjen Bea dan Cukai, Heru Prambudi dalam press conference grand launching Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Sidoarjo. foto : khumaidi/BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Bea Cukai tengah fokus menanggulangi maraknya peredaran bahan pangan ilegal seperti beras dan gula. Dalam catatan penindakan sembako ilegal hingga 11 Agustus 2015, Bea Cukai telah menyita ratusan ton bahan pangan ilegal. Adapun titik rawan yang menjadi fokus dalam peredaran bahan pangan Ilegal berada di Pantai Timur Sumatera.

Dirjen Bea dan Cukai, Heru Prambudi mengatakan pihaknya menilai bahwa sinergitas pemerintah dalam menanggulangi keterbatasan bahan pangan sangat bagus. Hal itu terbukti saat pemerintah menyiapkan beras cadangan milik pemerintah yang tersimpan di gudang penyimpanan beras di Badan Urusan Logistik (Bulog).

"Semakin lama beras dikumpulkan, maka akan semakin penuh. Jika ditumpuk, ada penurunan kualitas. Di lain pihak, pemerintah juga mempunyai penyimpanan Bulog sebagai beras cadangan milik pemerintah," ungkapnya dalam press conference grand launching Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Sidoarjo di kawasan Juanda, Rabu, (19/8).

Ditambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan Dalam Negeri (Kemendagri) dan Bulog terkait banyaknya hasil sitaan bahan pangan ilegal dari bea dan cukai yang belum tersimpan di Bulog. 

Selama ini, sambung Heru Prambudi, pihaknya hanya melakukan penindakan-penindakan. Terhitung hingga Agustus ini, ada sekitar 83 kali penindakan yang mencapai hingga ratusan ton bahan pangan.

"Ini nanti yang akan kita optimalkan, karena kita harus bicara dulu dengan bulog-bulog setempat. Jadi, mekanisme yang kita ciptakan koordinasi dengan kemendagri dan bulog, mudah-mudahan nanti bisa menyebar ke semua titik-titik penyimpanan. Sehingga tidak terlalu jauh. Bulog kan disetiap daerah pasti ada," ucapnya.

Selama penindakan, menurutnya, ada daerah-daerah yang ditengarai rawan menjadi peredaran bahan pangan ilegal. Mulai dari daerah belawan, yakni Tanjung Balai Asahan, Sembilahan, Dumai, Palembang, Jambi, Balatungkal, termasuk Batam yang merupakan sumber utama pengeluaran beras Ilegal.

"Untuk beras, titik rawannya hanya di Sumatera. Sedangkan di wilayah Jatim sendiri, belum ada penindakan beras. karena memang resikonya di pesisir Sumatera," tandasnya. (kmd/sho)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 24 Februari 2020 14:06 WIB
Oleh : Firman Syah Ali*Pertama Kali saya berjumpa Habib Ahmad Bin Ismail Alaydrus pada tahun 2016 lalu di Majelis Ratib beliau di Kawasan Tapos Bogor. Waktu itu saya hadir Maulid Akbar diajak oleh kakak ipar beliau, Habib Usman Arsal Alhabsyi Jakarta...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...