Suhu Madinah Normal, 27 Derajat Celsius, Jemaah Umrah Senang dan Nyaman

Suhu Madinah Normal, 27 Derajat Celsius, Jemaah Umrah Senang dan Nyaman Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, menyampaikan taushiah seusai shalat jemaah Subuh di masjid Nabawi Madinah. Tampak jemaah umrah PT Auva mendengarkan ceramah Kiai Asep di pelataran Masjid Nabawi Madinah, Selasa 6 Januari 2026. Foto: Bangsaonline.

MADINAH, BANGSAONLINE.com - Suhu di Kota Madinah normal beberapa hari ini. Setidaknya untuk jemaah asal Indonesia.

Jika sebelumnya suhu di Kota Madinah sempat menyentuh angka 6 derajat celsius, sekarang, saat berita ini di tulis, Selasa (6/1/2026) pukul 14.42 waktu setempat, suhu di Madinah 27 derajat celsius.

"Padahal waktu kita datang suhu sangat dingin sekali di Madinah," ujar Muhammad Fachruddin, salah satu jemaah asal Indonesia kepada BANGSAONLINE.

Otomatis saat itu harus pakai jaket tebal tak tembus angin.

Cak Fa - panggilan Muhammad Fachruddin, adalah wakil Ketua PAN Jatim.

Pernyataan senada disampaikan Dr Achmad Rubaie.

"Ya, sekarang suhunya sedang kayak Indonesia. Gak pakai jaket sudah gak apa-apa," timpal Achmad Rubaie dengan wajah berbinar.

Rubaie adalah mantan anggota DPR RI dan DPRD Jatim yang kini aktif di Yayasan Unitomo Surabaya.

Robert - panggilan Akhmad Rubaie - mengungkapkan bahwa suhu di Madinah normal sehingga membuat nyaman untuk ibadah.

Pantauan BANGSAONLINE, suhu di kota Madinah sekarang memang sangat bersahabat dan nyaman untuk ibadah. Apalagi kalau matahari mulai menyinari kota religius yang populer sebagai kota terbersih dan indah itu.

Hanya saja kalau pagi kadang ada angin menerpa kencang sehingga langsung menusuk kulit. Dingin sekali.

Tapi ketika sinar matahari mulai menyinari Madinah suhu langsung terasa enak sekali. Hangat. Bahkan nyaman sekali untuk tubuh. Segar dan hangat.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur mengajak 23 orang - termasuk beberapa tokoh untuk umrah.

CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE M. Mas'ud Adnan - juga ikut dalam rombongan Kiai Asep.

Kiai Asep dan rombongan berangkat umrah pada Ahad 4 Januari 2025. Kiai Asep dan rombongan naik pesawat Garuda dari Bandara Juanda Sidoarjo Jawa Timur.

Kiai Asep dan rombongan take off sekitar pukul 5.30 pagi dan tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah sekitar pukul 16.30 sore atau pukul 12.30 waktu setempat. Waktu Indonesia dan Saudi Arabia selisih 4 jam, lebih cepat Indonesia.

Kiai Asep dan rombongan umrah kali ini selain untuk diri sendiri, juga membadalkan 63 korban meninggal reruntuhan Mushalla Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran Sidoarjo.

Kiai miliarder tapi dermawan itu memang sangat peduli terhadap korban dan keluarga korban.

Sebelumnya Kiai Asep mendatangi 63 keluarga korban untuk menyantuni mereka. Sebagian juga diundang ke kediamannya di kawasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Jalan Siwalankerto Utara Surabaya.

Mereka disantuni satu persatu. Masing-masing Rp 5 juta rupiah. Plus beras dan uang tranports.

"Jangan dilihat nominalnya," kata Kiai Asep sembari mengatakan semua dana baik untuk santunan maupun untuk beaya umrah berasal dari uang pribadi.

Para keluarga korban tampak senang mendapat santunan dari Kiai Asep. Mereka berterima kasih kepada Kiai Asep karena sangat peduli terhadap nasib mereka.

Menurut Muhammad Ghofirin, Sekretaris Jaringan Kiai dan Santri Nasional (JKSN), uang itu sangat berharga bagi mereka.

"Mereka ada yang bilang mau dibuat modal usaha," kata Muhammad Ghofirin sembari mengatakan bahwa sebagian beaya juga untuk beaya acara 100 harinya.

Kiai Asep selain mengajak 23 orang umrah juga membimbing jemaah umrah PT Aufa di bawah naungan Pondok Pesantren Amanatul Ummah. (mma)