Rizky, peserta JKN dari Kediri yang tetap aktif berolahraga walaupun sedang berpuasa. Foto: Ist
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Puasa Ramadhan tidak menghalangi Rizky (41), peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), untuk menjaga pola hidup sehat. Ia tetap rutin melakukan Gerak 335, inisiatif BPJS Kesehatan yang mendorong kebiasaan aktif bergerak secara sederhana dan konsisten.
“Selama Ramadan, saya biasa berolahraga sore sekitar pukul 16.00. Belakangan saya memilih Gerak 335 karena sederhana dan mudah dilakukan. Saya jalankan menjelang berbuka supaya badan tetap segar dan tidak terasa lemas,” kata Rizky beberapa waktu lalu di Kediri.
Gerak 335 merupakan pola aktivitas fisik dengan jalan santai tiga menit, dilanjutkan jalan cepat tiga menit, dan diulang lima kali hingga total 30 menit. Aktivitas ini bisa dilakukan kapan saja tanpa memerlukan alat khusus, baik di rumah, lingkungan kerja, maupun ruang publik.
“Saya ingin mengurangi risiko penyakit di kemudian hari. Gerak 335 kadang saya selipkan lewat aktivitas sehari-hari, misalnya kalau ke tempat belanja atau mencari takjil, saya pilih jalan kaki. Aktivitasnya juga bisa dipantau lewat Aplikasi Mobile JKN pada Menu Bugar, jadi saya lebih termotivasi untuk tetap bergerak tanpa terasa seperti olahraga berat,” urai Rizky.
Ditekankan pula pentingnya menjaga kesehatan sekaligus memastikan kepesertaan JKN tetap aktif.
“Usia muda pun tidak menjamin terbebas dari risiko sakit. Dengan kepesertaan yang aktif, kita bisa menjalani hidup lebih tenang karena saat membutuhkan layanan di fasilitas kesehatan, tidak perlu khawatir,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kediri, Tutus Novita Dewi, mengapresiasi konsistensi peserta JKN menjaga kebugaran selama Ramadan. Ia menilai Gerak 335 sebagai langkah sederhana untuk menekan risiko penyakit tidak menular.
“Gerak 335 ini mudah diterapkan, termasuk saat Ramadan. Kami mengajak masyarakat untuk mulai dari langkah kecil dan dilakukan secara rutin. Upaya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik perlu berjalan beriringan dengan memastikan kepesertaan JKN tetap aktif, sehingga masyarakat lebih tenang apabila sewaktu-waktu membutuhkan layanan kesehatan,” katanya.
Ia menambahkan, pencegahan juga perlu dilakukan melalui skrining riwayat kesehatan sejak dini. Tutus mengimbau peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dan Program Rujuk Balik (PRB) agar tetap berkonsultasi dengan dokter selama Ramadan.
“Peserta Prolanis dan PRB, kami imbau tetap berkonsultasi dengan dokter. Penyesuaian pola makan, aktivitas, serta jadwal konsumsi obat perlu mengikuti arahan tenaga medis agar kondisi tetap terjaga selama Ramadan,” pungkasnya. (uji/mar)














