Pemprov Jatim Raih Piagam Penghargaan atas Dukungan 35 Tahun Deteksi Dini Rungu

Pemprov Jatim Raih Piagam Penghargaan atas Dukungan 35 Tahun Deteksi Dini Rungu Gubernur Khofifah saat menerima piagam penghargaan.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemprov Jatim memperoleh Piagam Penghargaan dari Hearing Aid East Java atas kontribusi aktif dan dukungan berkelanjutan selama 35 tahun dalam penguatan Pusat Layanan Deteksi Dini bagi anak-anak dengan hambatan pendengaran.

Piagam tersebut diserahkan oleh Direktur Indonesia Institute and Board of Hearing Aids East Java, Vicki Richardson, kepada Gubernur Khofifah dalam peresmian SLB-B Negeri Karya Mulya Surabaya, Senin (5/1/2025).

Menanggapi penghargaan tersebut, Khofifah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. Ia menegaskan bahwa apresiasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen jangka panjang pemerintah daerah dalam memastikan pemenuhan hak dasar anak berkebutuhan khusus, terutama akses layanan kesehatan dan pendidikan sejak usia dini.

"Alhamduliah, sinergi dan kolaborasi yang terjalin selama tiga dekade dengan berbagai pihak telah memposisikan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi yang paling progresif dalam layanan inklusivitas di Indonesia," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga meresmikan Resource Center Unit Observasi Deteksi dan Intervensi Dini Ketunarunguan di lingkungan SLB-B Negeri Karya Mulya Surabaya. Fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi RSUD Dr. Soetomo, Rumah Sakit Islam Surabaya, dan SLB-B Karya Mulya.

"Di sini fokus pada deteksi dini bahkan sejak masa kehamilan. Harapannya juga membantu mempersiapkan keluarga khusus untuk hal teknis seperti penggantian baterai dan suku cadang alat bantu pendengaran," paparnya.

Ia menambahkan, manfaat deteksi dini tidak hanya dirasakan anak penyandang disabilitas rungu, tetapi juga keluarga. Pendampingan yang tepat diharapkan mampu membantu orang tua mengambil langkah antisipatif dan adaptif dalam mendukung tumbuh kembang anak.

"Penghargaan ini juga merefleksikan keberhasilan program pendampingan bagi orang tua agar mampu melakukan langkah antisipatif dalam menangani kondisi anggota keluarga dengan disabilitas rungu," ucapnya.

Khofifah pun berharap dukungan terhadap layanan deteksi dini dan penanganan disabilitas rungu di Jawa Timur semakin diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Ia mencontohkan pengalaman Pemerintah Indonesia yang pernah menerima bantuan alat bantu pendengaran beserta dukungan tim medis dari Pemerintah Australia melalui Clinton Foundation.

"Lewat Clinton Foundation, kami pernah mendapatkan bantuan Alat Bantu Pendengaran disertai dengan tim medisnya. Saya harap nantinya akan bisa dikomunikasikan kembali dan mendapatkan yang sama di level pemerintah daerah," pungkasnya. (dev/mar)