Digerebek Warga saat Bersama Wanita Diduga LC, Sekdes Wonokromo Lamongan Kena Surat Peringatan

Digerebek Warga saat Bersama Wanita Diduga LC, Sekdes Wonokromo Lamongan Kena Surat Peringatan Tangkapan layar saat warga mendatangi oknum Sekdes di Perumahan GPI

LAMONGAN,BANGSAONLINE.com -Oknum Sekretaris Desa (Sekdes) Wonokromo, Kecamatan Tikung, berinisial A, resmi menerima Surat Peringatan (SP) dari Kepala Desa Wonokromo setelah digerebek warga saat berada berduaan dengan seorang perempuan di rumah kontrakan.

Penggerebekan terjadi di Perumahan Griya Permata Insani (GPI) Blok E23 RT 05 RW 07, Kecamatan Tikung, pada Jumat (12/12/2025). 

Saat warga masuk ke rumah kontrakan tersebut, oknum sekdes diketahui berada di dalam kamar bersama seorang perempuan berinisial D yang disebut berprofesi sebagai Lady Companion (LC).

Usai penggerebekan, situasi sempat memanas dan terjadi adu mulut antara warga dengan oknum Sekdes Wonokromo. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pemerintah desa.

Kepala Desa Wonokromo, Ari Sahal, membenarkan bahwa pihaknya telah menjatuhkan sanksi administratif kepada bawahannya tersebut.

“Sudah saya berikan SP (Surat Peringatan),” ujar Ari singkat saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).

Sementara itu, Sekretaris Desa Wonokromo, A akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan yang beredar.

Ia menilai informasi yang berkembang di media sosial dan sejumlah kanal pemberitaan tidak valid dan cenderung tendensius.

A menyebut kejadian tersebut telah dibesar-besarkan dan dikaitkan dengan jabatannya sebagai perangkat desa.

“Dalam hal ini saya dan keluarga merasa dirugikan. Kejadian tersebut sebenarnya urusan rumah tangga, namun dikait-kaitkan dengan jabatan dan pekerjaan saya,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak nyaman dengan dampak pemberitaan yang terus bergulir karena dinilai mengganggu ketenangan keluarga dan konsentrasi kerjanya di kantor desa.

“Saya dan keluarga merasa tidak nyaman dengan isu yang timbul akibat pemberitaan ini. Saat ini saya sedang fokus bekerja karena ada agenda penting pergantian tahun,” ungkapnya.

A mengaku, dirinya telah memberikan penjelasan kepada Kepala Desa dan Camat setempat terkait peristiwa tersebut. 

Ia juga menyayangkan maraknya informasi di media sosial yang menurutnya tidak melalui proses verifikasi jurnalistik.

“Banyak informasi yang beredar masih berupa opini dan dugaan, sehingga menimbulkan spekulasi di masyarakat,” pungkasnya.