Suasana naik turun penumpang di stasiun kereta api.
BANGSAONLINE.com - KAI Daop 9 Jember mencatat peningkatan signifikan jumlah penumpang selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kabupaten Banyuwangi dan Jember menjadi penyumbang terbesar, dengan ribuan masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi utama.
Manajer Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan tren perjalanan tahun ini merata di berbagai destinasi wisata dan pusat ekonomi sepanjang jalur Pasuruan-Banyuwangi.
“Masyarakat semakin percaya dengan ketepatan waktu kereta api, sehingga menghindari kepadatan jalan raya selama libur panjang,” ucapnya, Selasa (6/1/2026).
Data menunjukkan, Banyuwangi mencatat mobilitas tertinggi dengan total 207.586 penumpang. Stasiun tersibuk di wilayah ini antara lain Banyuwangi Kota (62.744), Ketapang (53.646), Kalisetail (39.683), Rogojampi (32.073), Kalibaru (10.989), dan Temuguruh (8.451).
Sementara itu, Jember sebagai pusat administrasi Daop 9 mencatat 131.508 penumpang di Stasiun Jember. Stasiun lain yang juga ramai adalah Tanggul (14.683), Rambipuji (11.442), dan Kalisat (10.690). Kota Probolinggo turut menyumbang 20.598 penumpang di Stasiun Probolinggo.
Lumajang mencatat 10.808 penumpang di Stasiun Klakah, sedangkan Kota Pasuruan mencapai 9.630 penumpang di Stasiun Pasuruan.
Cahyo menegaskan, keberhasilan angkutan Nataru Daop 9 tidak lepas dari sinergi petugas, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta dukungan masyarakat.
“Komitmen kami adalah menghadirkan transportasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga memberi pengalaman perjalanan terbaik bagi pelanggan,” tuturnya. (rom)






