Iran Klaim Hancurkan Sistem Radar Peringatan Dini Milik AS di Qatar

Iran Klaim Hancurkan Sistem Radar Peringatan Dini Milik AS di Qatar Kepulan asap menjulang di wilayah Doha, Qatar, saat Iran melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan AS di negara tersebut. Foto: dok. AFP

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Garda Revolusi Iran mengklaim telah menghancurkan sistem radar peringatan dini milik Amerika Serikat (AS), yang berada di Qatar. Radar militer AN/FPS-132 itu, merupakan radar AS terbesar yang ada di kawasan Teluk.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataannya, seperti dilansir Turkiye Today dan NDTV, Selasa (3/3/2026), mengatakan bahwa mereka telah menghancurkan sistem radar AN/FPS-132 milik AS, yang memiliki jangkauan hingga 5.000 kilometer dan dirancang khusus untuk melacak rudal balistik.

"Radar FP-132 Amerika yang ditempatkan di Qatar, dilengkapi dengan kemampuan khusus untuk melacak rudal balistik dan dengan jangkauan 5.000 kilometer, telah hancur total," kata IRGC dalam pernyataannya.

Sementara itu, Komando Pusat AS (Centcom) belum memberikan tanggapan terkait klaim dari iran.

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Qatar, yang tidak disebut namanya, menuturkan kepada media Al Jazeera bahwa radar peringatan dini yang ada di wilayah utara negara tersebut terkena serangan. Namun disebutkan pejabat itu bahwa tidak ada korban tewas atau korban luka akibat serangan tersebut.

Lebih lanjut, pejabat tersebut mengatakan, bahwa pihaknya sedang menaksir sejauh mana kerusakan yang terjadi pada radar tersebut.

Kementerian Pertahanan Qatar, dalam pernyataan resminya, mengumumkan pasukan negara itu telah mencegat sejumlah rudal Iran menggunakan sistem pertahanan udara Patriot. Namun fasilitas radar itu tampaknya terkena serangan terpisah.

Sistem radar AN/FPS-132 merupakan radar peringatan dini yang sangat penting untuk sistem pertahanan udara modern, karena memungkinkan pendeteksian, pelacakan, dan pencegatan tepat waktu. Radar ini dirancang untuk mendeteksi dan melacak peluncuran rudal balistik pada jarak ekstrem.

AS memasang sistem radar canggih ini di pangkalan udara Al Udeid di Qatar -- pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah -- pada tahun 2013, dengan biaya sekitar US$ 1,1 miliar.

Jika terkonfirmasi, maka hancurnya sistem radar canggih itu mengindikasikan penurunan signifikan kemampuan peringatan dini rudal AS di kawasan Teluk Persia.

Iran melancarkan serangan serentak terhadap pangkalan-pangkalan AS di sedikitnya enam negara Teluk, seperti Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, Yordania dan Arab Saudi, sebagai pembalasan atas gelombang serangan AS dan Israel sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.

IRGC menyebut empat pangkalan utama AS di kawasan tersebut menjadi target "serangan rudal intensif".

Iran mengklaim setidaknya 560 tentara AS tewas dan luka-luka akibat rentetan serangan pembalasan mereka. Namun AS sejauh ini mengonfirmasi sedikitnya empat tentaranya tewas akibat serangan pembalasan Iran. (*)