Puluhan anggota sobat SBT saat mendatangi Ponpes Bani Ridwan. Foto: Ist.
"Kami tertarik mengikuti trading SBT, awalnya karena para koordinator menawarkan ataupun mempromosikan kepada sobat SBT akan menerima profit setiap bulan sebesar 10 persen, hingga memiliki jargon yaitu aman modalnya, nyata hasilnya. Dari situlah, akhirnya sobat SBT percaya dengan ajak-ajakan para koordinator," ungkap Isfauzi.
Dalam pertemuan ini, pihaknya meminta koordinator mengembalikan modal yang telah disetorkan. Namun, yang bersangkutan tidak bersedia untuk menandatangani surat pernyataan dengan berbagai alasan.
"Kita masih belum melaporkan ke pihak hukum karena keinginan kami sebetulnya ingin menyelesaikan secara kekeluargaan. Karena bagaimanapun koordinator merupakan kiai ataupun gus kita yang menjadi pertimbangan," paparnya.
Sementara Ihya Ulumudin, salah satu koordinator SBT, enggan memberikan keterangan saat ditanya wartawan terkait penyebab tidak adanya profit seperti yang dijanjikan pesantren.
Menurutnya, semua informasi terkait uang investasi yang sudah disetor telah diinformasikan kepada para anggota sobat SBT.
"Meskipun Juha Irawadi (komisaris), orang yang membawa uang kita bersama, maka akan kita tuntut semaksimal mungkin sekaligus aset-aset yang dimiliki bisa untuk dikembalikan kepada sobat," ujar Ihya. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




