PTM di Masa Pandemi di Tuban Masih Terkendala Waktu

PTM di Masa Pandemi di Tuban Masih Terkendala Waktu Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa pandemi Covid-19 di salah satu sekolah di Kabupaten Tuban. (foto: ist)

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa pandemi Covid-19 di sejumlah sekolah di Kabupaten masih terkendala waktu. Hal itu diungkapkan oleh Kepala SMP Negeri 3 saat dikonfirmasi mengenai PTM pada masa pandemi Covid-19.

"Kendala yang dihadapi pada PTM di masa pandemi Covid-19 minimnya waktu yang dapat digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran. Meski demikian, seluruh guru SMPN 3 berkomitmen mengajar seoptimal mungkin," kata Kepala SMP Negeri 3 Fathul Mu’in saat ditemui, Jumat (28/5/2021).

Fathul Muin bercerita, sebenarnya izin pelaksanaan PTM sudah keluar pada akhir April 2021 lalu. Izin diberikan setelah seluruh pengajar dan tenaga administrasi mendapatkan vaksin dosis pertama dan melengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Selain itu, pihak sekolah juga memberikan angket kepada wali murid tentang teknis pelaksanaan PTM.

"Persetujuan dari wali murid ini menjadi salah satu persyaratan sesuai Surat Keputusan Bersama 3 Menteri. Hasilnya Alhamdulillah sebagian besar wali murid setuju pelaksanaan PTM. Jika terdapat wali murid yang tidak setuju, maka penyampaian materi pelajaran secara daring," bebernya.

Kata dia, proses pembelajaran di tengah pandemi berbeda dengan hari normal. Selama pembelajaran siswa mendapat pengawasan ketat dari guru. Bahkan, sebelum masuk waktu pembelajaran, pihak sekolah memutarkan siaran mengenai penerapan protokol kesehatan.

"Sedangkan, pembelajaran dilakukan dengan membagi kehadiran siswa dalam 2 sif," terang Fathul.

Sementara pembelajaran dalam satu waktu sif berlangsung 2 jam untuk 4 mata pelajaran. Kehadiran siswa dalam satu kelas maksimal 50 persen dari kapasitas ruang. Kemudian, setelah kegiatan PTM, siswa diharuskan langsung pulang mengingat kantin sekolah juga ditutup.

"Kegiatan ekstrakurikuler sementara waktu ditiadakan atau dilangsungkan secara daring," timpalnya.

Di sisi lain, selama PTM sekolah terus mengedukasi wali murid terkait teknis pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Di antaranya, siswa wajib diantar ke sekolah, memakai masker dan face shield, mencuci tangan sebelum masuk, membawa minum dan alat tulis sendiri. Jika siswa sakit atau berhalangan hadir, wali murid dapat menginformasikan kepada wali kelas.

"Saat ini kami juga menyiapkan Rumah Bahasa dan Studio SPEGA yang dapat digunakan guru untuk memaksimalkan pengajaran secara daring agar materi diterima siswa dengan lebih optimal," ceritanya.

Sementara itu, salah satu wali murid, Joko Wahono mengaku senang karena sekolah dapat kembali melangsungkan kegiatan belajar mengajar. Meski masih ada kekhawatiran, orang tua tetap percaya pada pihak sekolah.

"Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu agar kegiatan sekolah dapat berjalan normal," harapnya. (wan/zar)

Lihat juga video 'Perahu Penyeberangan Tenggelam di Bengawan Solo, Belasan Warga Dilaporkan Hilang':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO