SPBU Mulung, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - PT Pertamina diminta bertindak tegas pada sejumlah SPBU yang melayani penjualan BBM bersubsidi kepada pengepul.
Hal itu dikeluhkan oleh warga ketika mengisi premium di SPBU Mulung, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Minggu (12/7). Pada saat itu banyak pengepul turut membeli premium dengan menggunakan motor bertangki yang sudah bermodif.
BACA JUGA:
- Jangan Kaget! Segera Cek Harga BBM Pertamina di Jatim Per 1 Juni 2026, Ada yang Naik
- Per Hari Ini, Harga Pertamax Turbo Naik, Pertamina Dex Turun, Inilah Daftar Harganya
- Idul Adha 2026: Pertamina Patra Niaga Salurkan 2.031 Hewan Kurban
- Jelang Idul Adha 2026, Pertamina Tambah 1,5 Juta LPG 3 kg di Jateng-DIY
Tak hanya sekali para pengepul itu beli, namun mereka bolak balik membeli premium. Akibatnya, premium yang semestinya untuk pemotor malah dibuat bancakan oleh para pengepul tersebut.
"Iya sekarang semakin banyak pengepul bensin. Sejak dibuka mulai 09.00 WIB hingga 13.00 WIB mereka (para pengepul) itu selalu membeli. Ya akhirnya masyarakat biasa tidak dapat membeli leluasa. Karena harus mengantre dulu jika mau beli, dan itu pun lama," beber Aang (26), warga Merakurak, Kabupaten Tuban saat ditemui BANGSAONLINE.com, Minggu (12/7).
Kata dia, praktik penjualan premium kepada pengepul ini sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, disinyalir sudah ada hubungan dan kerja sama dengan petugas SPBU. Karena praktik tersebut meresahkan, maka warga meminta agar Pertamina bertindak tegas kepada SPBU yang nakal.
"Anehnya lagi, di SPBU Merakurak ini selalu menjual premium pada pukul 09.00 WIB sampai siang. Dan setelah itu ditutup lagi. Ini kan aneh," ujar Aang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




