Bupati Probolinggo, M. Haris Damanhuri. Foto: ANDI SIRAJUDIN/BANGSAONLINE
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Bupati Probolinggo, M. Haris Damanhuri, mengimbau ASN di lingkup pemerintah daerah setempat untuk tidak menggunakan LPG 3 kg (gas melon). Imbauan tersebut disampaikan menyusul kelangkaan LPG 3 kg yang belum teratasi.
Menurut dia, gas melon hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin, petani sasaran, nelayan sasaran, dan pelaku usaha mikro.
“Saya atas nama kepala pemerintahan Kabupaten Probolinggo mengimbau teman-teman ASN agar secara bijak kiranya tidak menggunakan LPG 3 kilogram juga masyarakat yang mampu ya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak menggunakan LPG 3 kg untuk program MBG (Makan Bergizi Gratis).
“Teman-teman SPPG dimohon dengan bijak juga agar tidak menggunakan LPG 3 kilogram, ini warning. Nanti kita akan cek agar tidak sampai terjadi,” pintanya.
Pemkab Probolinggo telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah suplai dan memperlancar distribusi LPG 3 kg. Namun, penambahan kuota belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selama sepekan terakhir, Pemkab Probolinggo melakukan sidak ke pangkalan, agen, dan titik distribusi di 24 kecamatan untuk memastikan stok dan harga tetap normal.
“Kami menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan sidak dan sweeping terkait distribusi LPG, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” kata kepala daerah yang akrab disapa Gus Haris itu.
Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada pihak yang menimbun atau melakukan praktik yang menyebabkan kelangkaan.
“Saya tidak akan memberikan toleransi kepada siapapun yang mencoba memanfaatkan keberadaan LPG 3 kilogram ini akhirnya menjadi langka dan mahal,” ucapnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Malang V, Faisal Fahd, menyebut pasokan LPG 3 kg ke Probolinggo sejak awal April 2026 mencapai 436 ribu tabung, termasuk tambahan 34 ribu tabung pada Kamis (16/4/2026). Menurut dia, kelangkaan dipicu oleh panic buying dan ulah spekulan.
“Pertama, masyarakat melakukan panic buying, kedua ulah spekulan sehingga ketersediaan LPG 3 kilogram tidak stabil,” tuturnya.
Sebagai solusi, Pertamina menyiapkan operasi pasar di titik-titik kelangkaan dengan jumlah sesuai kebutuhan. (ndi/mar)





