Mediasi kesepakatan harga material tambang antara perwakilan sopir dan pengelola tambang didampingi Pemkab dan Polres Magetan. Foto: ANTON/HB
MAGETAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan sopir truk asal Magetan, Ngawi, dan Madiun menggelar aksi demonstrasi di kawasan tambang Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jumat (24/4/2026).
Aksi tersebut dipicu keluhan sopir terkait dugaan praktik nepotisme tambang serta kenaikan harga material akibat melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM).
BACA JUGA:
- Polisi Bekuk Pencuri Spesialis Pompa Air Sawah di Magetan
- Minggu ke-2 Ramadhan, Polres Magetan Telah Amankan Kasus Penipuan hingga Sabung Ayam
- Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Magetan Gelar Tes Urine Mendadak
- Kapolres Tinjau SPPG Polres Magetan 2 Poncol, Pastikan Sesuai SOP dan Standar Keamanan Pangan
Aksi ratusan sopir sempat membuat aktivitas pengangkutan material tambang terhenti. Para sopir menuntut adanya kejelasan sistem kerja di tambang sekaligus penyesuaian harga angkutan yang dinilai sudah tidak sebanding dengan biaya operasional saat ini.
Perwakilan paguyuban sopir truk, Toyib, mengatakan aksi dilakukan sebagai bentuk aspirasi sopir yang merasa terdampak langsung kebijakan di lapangan.
“Ada tuntutan aksi hari ini. Tuntutan masyarakat khususnya sopir. Sopir menuntut adanya nepotisme tambang. Kedua soal kenaikan harga yang imbas dari BBM. Setelah dilakukan mediasi, akhirnya ada kesepakatan bersama antara pihak tambang, sopir, dan juga instansi pemerintah,” ujar Toyib.
Menurutnya, kenaikan harga BBM non-subsidi hingga sekitar Rp23.900 per liter membuat biaya operasional sopir meningkat drastis sehingga penyesuaian harga material menjadi tuntutan utama.
Situasi akhirnya mereda setelah dilakukan mediasi yang menghadirkan perwakilan seluruh penambang di wilayah Kecamatan Karas, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Magetan Muklisun, Ketua Komisi D DPRD Magetan Riyin, serta jajaran Polres Magetan. Mediasi berlangsung cukup panjang hingga ditemukan titik temu antara sopir dan pihak penambang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




