Jumat, 05 Juni 2020 17:12

Dewan Desak Pemkot Malang Alihkan Anggaran Proyek MCC Rp 125 M untuk Penanganan Covid-19

Senin, 30 Maret 2020 21:06 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Dewan Desak Pemkot Malang Alihkan Anggaran Proyek MCC Rp 125 M untuk Penanganan Covid-19
Lintas Komisi DPRD Kota Malang saat menggelar rapat terkait anggaran penanganan Covid-19 di Kota Malang, Senin (30/03). foto: IWAN IRAWAN/HARIAN BANGSA

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - DPRD Kota Malang mendesak Pemkot secepatnya mengalihkan anggaran Malang Creative Center (MCC) sebesar Rp 125 miliar, untuk penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Desakan tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Komisi D dan komisi lainnya. Menurut Ketua Komisi D Achmad Wanedi, pengalihan anggaran itu penting karena saat ini Covid-19 telah ditetapkan pemerintah sebagai bencana nasional non alam.

Selain itu, ia yakin proyek MCC tidak akan terselesaikan dikarenakan mepetnya waktu. "Tidak memungkinkan untuk mengerjakannya dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan dengan anggaran sebesar Rp 125 miliar sistem satu tahun anggaran," tegas Wanedi.

"Daripada jadi SILPA (sisa lebih penggunaan anggaran) nantinya, kami bersepakat anggaran tersebut agar dialihkan (realokasi) ke penanganan Covid-19. Apalagi kondisi saat ini, Pemkot Malang membutuhkan banyak anggaran," tandasnya.

Selain itu, lanjut Wanedi, sesuai surat edaran Menteri Keuangan, kepala daerah juga diimbau untuk merealokasi anggaran pembangunan yang dinilai tidak mendesak.

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, kebutuhan jaminan pengamanan sosial (JPS) warga lebih penting. Apalagi, saat ini saat ini sudah diterapkan Physical maupun Social Distancing, serta work from home (WFH).

"Mau gak mau pemerintah harus hadir sekaligus memberikan rasa aman dan kenyamanan. Salah satunya mengeluarkan kebijakan bantuan JPS," bebernya.

Ia menilai, anggaran darurat yang disiapkan Pemkot sebesar Rp 37,5 miliar tidak akan cukup apabila harus menyiapkan JPS bagi warga. "Belum lagi terpotong anggaran pengadaan belanja alat kesehatan Rp 9,9 miliar," cetusnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B Trio Agus P mengingatkan Pemkot, agar tidak sampai ada warga yang terdampak kebijakan physical dan social distancing. "Kemarahan masyarakat nantinya akan berdampak kepada sosial ekonomi yang lebih mengkhawatirkan," ujar Trio Agus.

Oleh karena itu, ia mendesak pemkot secepatnya merealokasi anggaran proyek MCC ke penanganan Covid-19. "Semuanya tidak boleh sampai terlambat untuk penanganannya. Manakala anggaran penanganan Covid-19 sudah ok dan ready, Kami berkeyakinan meski ada kebijakan ala lockdown, masyarakat tidak akan resah gelisah," pungkasnya. (iwa/thu/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 03 Juni 2020 11:08 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <...