Jumat, 14 Agustus 2020 17:35

Terungkap, Kronologi Cairnya Uang 'Pengaman' Rp 125 Juta, Begini Penjelasan Ketua PKIS Sekar Tanjung

Senin, 02 Maret 2020 22:21 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Habibi
Terungkap, Kronologi Cairnya Uang
Sejumlah wartawan saat meminta klarifikasi kepada pengurus PKIS Sekar Tanjung.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Terungkapnya penyaluran uang Rp 125 juta 'pengondisian kasus' dari Pusat Koperasi Industri Susu (PKIS) Sekar Tanjung kepada oknum LSM dan oknum awak media di Kabupaten Pasuruan membuat geger. Tindakan itu dinilai mencoreng nama LSM dan awak media yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Informasi yang dihimpun, bahwa dugaan pemerasan dilakukan terhadap KPSP Setia Kawan, salah satu konsorsium PKIS Sekar Tanjung. Adapun pelakunya adalah oknum wartawan mingguan berinisial MH.

Salah satu pengurus KPSP Setia Kawan, mengungkap modus yang dilakukan MH untuk meminta uang sebesar Rp 125 juta tersebut. Bahwa, awalnya MH menceritakan adanya pertemuan LSM dan sejumlah media membahas pailitnya PKIS Sekar Tanjung.

"MH bercerita sambil menunjukkan catatan berisi nama-nama pengurus LSM dan media di Pasuruan yang hadir dalam pertemuan itu," kata pengurus tersebut sambil meminta namanya tak dipublikasikan, Senin (3/2).

(Nama-nama oknum wartawan dan LSM yang dicatut MH saat meminta uang Rp 125 juta)

Singkat cerita, MH menjanjikan bahwa kasus PKIS Sekar Tanjung tidak akan di-blow up ke media. Syaratnya, ada kompensasi sebesar Rp 125 juta tersebut.

"Akhirnya pihak PKIS menuruti permintaan tersebut. Kita ini dengan media dan wartawan sudah kenal cukup baik, kalau misalkan itu (permintaan uang, Red) mengataskan namakan wartawan tidak masalah," akui sumber tersebut.

"Pihak koperasi tidak keberatan soal pemberian uang tersebut melalui wartawan tersebut, yang penting adalah pengajuan memang untuk kegiatan wartawan dan LSM di Pasuruan. Kerena mereka adalah mitra koperasi. Apalagi kegiatan sosial mereka kepada masyarakat. Tanpa mereka, kami yakin koperasi tidak akan bisa maju dan dikenal oleh publik," tuturnya.

Di sisi lain, Lujeng Sudarto juga mengungkapkan bahwa MH pernah menemui dirinya untuk konsultasi kasus penjualan tanah yang diduga aset KPSP Setia Kawan di Kejayan. Namun, hasil penjualan aset tersebut diduga digunakan bancakan oleh pengurus koperasi tersbut.

"MH minta uang Rp 2 juta buat operasional. Saat ketemu di kantin bareng arek-arek. Dia jelasin tentang masalah tersebut, tapi gak begitu tak respons, dan aku gak tertarik. Terus minta bantuan Rp 2 juta. (Permintaannya, red) tak tolak, tetep ngerenyeng ae, baru tak suruh minta ke sopirku dikasih Rp 1 juta," cerita Lujeng. (bib/par/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...