Gubernur Khofifah saat meresmikan redesain edOTEL SMKN 1 Jombang.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah meresmikan redesain edOTEL SMKN 1 Jombang, sekaligus menyampaikan apresiasi atas fasilitas praktik perhotelan yang dinilainya sebagai salah satu terbaik di Jawa Timur. Ia mendorong agar SMKN 1 Jombang segera berproses menuju status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
"SMKN 1 Jombang ini sudah waktunya menuju BLUD. BLUD itu butuh proses dan butuh budget, maka saya minta tolong Pak Yasin Ka. BPKAD, Pak Aries Kadisdik, kembali melakukan identifikasi sekolah-sekolah dengan keseriusan luar biasa seperti ini memang harus diberikan penguatan supaya antara keseriusan dan penguatan itu akan mencapai titik strategis yang kita harapkan," kata Gubernur Khofifah pada Rabu (11/3/2026).
EdOTEL SMKN 1 Jombang memiliki fasilitas lengkap, mulai dari restoran, 17 kamar penginapan, ruang pertemuan berkapasitas 20 hingga 200 orang, mushala, galeri, toilet, hingga lobi. Khofifah juga mengapresiasi penamaan ruang pertemuan dengan nama tokoh nasional asal Jombang seperti Gus Dur, KH Wahab Chasbullah, dan KH Wahid Hasyim.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi sarana prasarana untuk 51 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Jombang, Nganjuk, dan Blitar dengan total anggaran Rp46,8 miliar. Rinciannya, Jombang menerima Rp13,9 miliar untuk 16 lembaga, Nganjuk Rp13,3 miliar untuk 14 lembaga, dan Blitar Rp19,5 miliar untuk 21 lembaga pendidikan.
"Ini adalah bagian dari upaya menjaga mutu pendidikan menengah dan vokasi, agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, kebutuhan dunia kerja, serta tantangan masa depan," ucap Khofifah.
Ia menegaskan revitalisasi sarpras bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi peradaban untuk menyiapkan generasi tangguh. Khofifah juga memberikan bantuan biaya pendidikan bagi 30 anak berprestasi dari keluarga tidak mampu di Jombang, Nganjuk, dan Blitar, masing-masing senilai Rp1 juta.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut revitalisasi sarpras sekolah di tiga kabupaten tersebut merupakan upaya pemerataan pendidikan. Ia berharap fasilitas baru dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih baik dan modern. (dev/mar)















