Dengan memakai masker sebagai tanda aksi bisu, emak-emak dan nenek-nerek gelar aksi bisu menolok Poligami dan Perda Poligami di Pemkab Bangkalan dan DPRD. foto: FAUZI/ BANGSAONLINE
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan emak-emak dan nenek-nenek menggelar aksi bisu ke Pemkab Bangkalan dan DPRD terkait beredarnya foto pernikahan Bupati Bangkalan di berbagai media sosial, Jum'at (2/8).
Bahkan, aksi itu juga tampak diikuti emak yang tengah hamil dan ada juga yang membawa anaknya. Aksi tersebut digelar untuk menolak poligami yang dilakukan bupati dan isu perda poligami,
BACA JUGA:
- Setahun Lukman-Fauzan: Pembangunan Jalan 53 Km Diklaim Tuntas, Pemerataan di Bangkalan Tuai Kritik
- Resmikan Dapur SPPG Bilaporah, Bupati Bangkalan Tegaskan Pemenuhan Gizi Masyarakat
- Bupati Bangkalan Targetkan Perluasan Akses Air Bersih, PUDAM Siapkan Uji Geolistrik di 50 Titik
- Tanggapi Merosotnya Indeks Pelayanan Publik, Begini Respons Bupati Bangkalan
Puluhan emak-emak membawa poster yang bertuliskan "Saya tidak siap berbagi" dan "Orang beradab anti poligami" serta "Bila bapak bukan bupati kami tidak peduli" dan "Ibu bupati, jangan biarkan bapak berpoligami".
Emak-emak yang tergabung dalam Gerakan Wanita Anti Poligami (Gerwani) dalam tuntutannya menolak orang nomor satu di Bangkalan berpoligami.
''Bupati harus kesatria mengakui telah kawin dengan seorang wanita atau poligami sebagai istri kedua. Kami mendukung Zainab Zuraidah mencabut surat rela dimadu dan menolak pembahasan Perda Poligami menjadi Kota Poligami," begitu bunyi rilis yang disebar para peserta aksi
Sesuai namanya, dalam aksi bisu ini betul-betul tidak ada suara dari emak-emak dan nenek-nenek yang demo. Bahkan ketika mereka diwawancarai wartawan. "Sudah jelas dirilis, tidak ada yang mau diperjelas lagi," ujar salah satu korlap yang tidak mau disebut namanya






