Sabtu, 30 Mei 2020 22:00

SMKN 1 Grati Tak Gunakan Sistem Zonasi, Calon Siswa Kecewa

Selasa, 25 Juni 2019 14:35 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ardianzah
SMKN 1 Grati Tak Gunakan Sistem Zonasi, Calon Siswa Kecewa
Suasana di SMKN 1 Grati.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 menggunakan sistem zonasi sebagaimana termaktub dalam Permendikbud No. 51/2018 ternyata tak berlaku di SMKN 1 Grati, Kabupaten Pasuruan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, SMK 1 Grati tetap menggunakan sistem PPDB lama yang berdasarkan hasil Ujian Nasional. Siswa yang mendapatkan hasil UN bagus, tentu berpeluang masuk ke SMK 1 Grati.

Namun, tidak diterapkannya sistem zonasi ini juga membuat sejumlah calon siswa kecewa. Salah satunya, Nur Aji Hidayatullah yang berdomisili satu lokasi dengan SMKN 1 Grati di Dusun Kerawan, Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Ia mengungkapkan bahwa anaknya tidak bisa diterima pada PPDB kali ini, dengan alasan nilai hasil ujian nasional miliknya tidak memenuhi standar penerimaan siswa baru di SMK Negeri tersebut.

Hasan, kerabat calon siswa tersebut juga mengaku kecewa dengan sistem PPDB yang diberlakukan SMKN 1 Grati. "Padahal rumah kami sangat berdekatan dengan lokasi sekolah. Jarak rumah kita kan sekitar 500 meter, apalagi satu dusun dengan lokasi sekolahnya, masak tidak di terima," keluhnya.

Sekadar informasi, sistem PPDB zonasi mengharuskan calon peserta didik untuk menempuh pendidikan di sekolah yang memiliki radius terdekat dari domisili masing-masing siswa.

Sementara saat dikonfirmasi terkait hal ini, Nining Farida kepala sekolah SMKN 1 Grati menyatakan bahwa sistem zonasi memang tidak berlaku pada SMK.

"Sistem Zonasi ini tidak berlaku pada sekolah-sekolah SMK mas, sebagaimana yang ada di Permendikbud nomor 51 tahun 2018. Bisa dilihat pada pasal 16 dan pasal 31," jelas Nining saat ditemui BANGSAONLINE.com di ruang kerjanya.

Meski demikian, Nining memastikan bahwa aplikasi PPDB di sekolahnya sudah terintegrasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur. "Sehingga, jika ada calon siswa yang tidak bisa masuk atau tidak lolos, itu karena sistemnya yang menolak, bukan pihak sekolah," imbuhnya dengan didampingi Kepala Urusan Tata Usaha SMKN 1 Grati. (ard/par/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...