Senin, 22 Juli 2019 07:27

SMKN 1 Grati Tak Gunakan Sistem Zonasi, Calon Siswa Kecewa

Selasa, 25 Juni 2019 14:35 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ardianzah
SMKN 1 Grati Tak Gunakan Sistem Zonasi, Calon Siswa Kecewa
Suasana di SMKN 1 Grati.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 menggunakan sistem zonasi sebagaimana termaktub dalam Permendikbud No. 51/2018 ternyata tak berlaku di SMKN 1 Grati, Kabupaten Pasuruan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, SMK 1 Grati tetap menggunakan sistem PPDB lama yang berdasarkan hasil Ujian Nasional. Siswa yang mendapatkan hasil UN bagus, tentu berpeluang masuk ke SMK 1 Grati.

Namun, tidak diterapkannya sistem zonasi ini juga membuat sejumlah calon siswa kecewa. Salah satunya, Nur Aji Hidayatullah yang berdomisili satu lokasi dengan SMKN 1 Grati di Dusun Kerawan, Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Ia mengungkapkan bahwa anaknya tidak bisa diterima pada PPDB kali ini, dengan alasan nilai hasil ujian nasional miliknya tidak memenuhi standar penerimaan siswa baru di SMK Negeri tersebut.

Hasan, kerabat calon siswa tersebut juga mengaku kecewa dengan sistem PPDB yang diberlakukan SMKN 1 Grati. "Padahal rumah kami sangat berdekatan dengan lokasi sekolah. Jarak rumah kita kan sekitar 500 meter, apalagi satu dusun dengan lokasi sekolahnya, masak tidak di terima," keluhnya.

Sekadar informasi, sistem PPDB zonasi mengharuskan calon peserta didik untuk menempuh pendidikan di sekolah yang memiliki radius terdekat dari domisili masing-masing siswa.

Sementara saat dikonfirmasi terkait hal ini, Nining Farida kepala sekolah SMKN 1 Grati menyatakan bahwa sistem zonasi memang tidak berlaku pada SMK.

"Sistem Zonasi ini tidak berlaku pada sekolah-sekolah SMK mas, sebagaimana yang ada di Permendikbud nomor 51 tahun 2018. Bisa dilihat pada pasal 16 dan pasal 31," jelas Nining saat ditemui BANGSAONLINE.com di ruang kerjanya.

Meski demikian, Nining memastikan bahwa aplikasi PPDB di sekolahnya sudah terintegrasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur. "Sehingga, jika ada calon siswa yang tidak bisa masuk atau tidak lolos, itu karena sistemnya yang menolak, bukan pihak sekolah," imbuhnya dengan didampingi Kepala Urusan Tata Usaha SMKN 1 Grati. (ard/par/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...