Aktivis LSM Gerak, Didik Supriyadi.
PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Aktivis LSM Gerak, Didik Supriyadi, melihat ada yang tidak beres di pengelolaan keuangan pada Komite Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Ia menyoroti penggunaan uang yang bersumber dari pungutan wali murid untuk acara perayaan hari ulang tahun (HUT) sekolah.
BACA JUGA:
- Pisah Kenang SD Al Kautsar, Wali Kota Pasuruan Ingatkan Hormati Guru dan Orang Tua
- FLS3N Kota Pasuruan Jadi Wadah Kreativitas dan Literasi Anak
- Educampus Expo 2026, Lia Istifhama dan Dindik Jatim Ajak Siswa Produktif dan Kurangi Gadget
- Lia Istifhama Apresiasi Respons Cepat Jatim Soal Pembatasan Medsos Anak, Tekankan Literasi Digital
Diketahui, setiap siswa dipungut uang sejumlah Rp80 ribu. Terdapat sekitar 1.000 siswa SMAN 1 Bangil, sehingga apabila dikalikan, akan terkumpul uang sebesar Rp80 juta.
"Kegiatan pada saat HUT kemarin sangat tidak masuk akal jika menghabiskan dana sebesar itu. Kegiatan hanya berupa lomba-lomba dan hiburan band yang berasal dari siswa-siswa sendiri," kata Didik.
Didik membandingkan dengan acara HUT tahun sebelumnya, di mana SMAN 1 Bangil biasanya menghadirkan artis nasional, sehingga dana yang dihabiskan bisa mencapai Rp100 juta lebih.
Sementara pada HUT tahun ini, ia mengaku memperoleh informasi bahwa pihak sekolah mengadakan acara perayaan sederhana karena anggarannya minim.
SMAN 1 Bangil, menurut Didik, menganggarkan sekitar Rp40 juta untuk perayaan HUT, dan sisanya mendapat biaya dari sponsor.
"Yang jadi pertanyaan, ke mana anggaran dari wali murid terkumpul itu? Ini seharusnya sudah menjadi atensi APH serta dugaan penyelewengan dan pungli," cetusnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




