Lia Istifhama Apresiasi Respons Cepat Jatim Soal Pembatasan Medsos Anak, Tekankan Literasi Digital

Lia Istifhama Apresiasi Respons Cepat Jatim Soal Pembatasan Medsos Anak, Tekankan Literasi Digital Lia Istifhama, Anggota DPD RI.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun yang akan mulai diterapkan pada 28 Maret 2026 mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan di Jawa Timur.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyiapkan langkah lanjutan dengan menerbitkan surat edaran kepada seluruh sekolah agar kebijakan tersebut dapat disosialisasikan kepada para siswa sejak dini.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti kebijakan dari pemerintah pusat tersebut dengan memberikan informasi resmi kepada sekolah-sekolah.

“Ini kami akan tindaklanjuti, terutama dengan bagaimana kita bisa memberikan informasi dan juga tentu surat edaran kepada sekolah-sekolah, agar sekolah-sekolah bisa menyampaikan kepada siswanya, agar ini bisa diantisipasi secara dini,” ujar Aries di Surabaya, Minggu (8/3/2026).

Menurut Aries, kebijakan pembatasan media sosial bagi anak merupakan langkah positif dari pemerintah pusat. Ia menilai anak-anak yang masih berusia di bawah 16 tahun belum sepenuhnya memahami dampak penggunaan media sosial, terutama yang berkaitan dengan pembentukan karakter dan kepribadian.

“Ini adalah langkah yang tentu kami apresiasi, sangat luar biasa. Termasuk Ibu Gubernur yang sudah menyampaikan bahwa langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Komdigi adalah langkah yang tepat,” jelasnya.

Ia menambahkan, kewenangan untuk melakukan pembatasan maupun pemblokiran akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun berada pada Kementerian Komunikasi dan Digital.

Dinas Pendidikan Jatim juga telah melakukan kunjungan ke berbagai sekolah dan mendapatkan respons positif dari para kepala sekolah, guru, hingga tenaga pendidik terhadap kebijakan tersebut.

“Karena ini juga berdampak terhadap kualitas pembelajaran bagi murid-murid kita. Masih banyak murid kita, terutama di kelas 10 dan kelas 11, yang usianya masih 15 hingga 16 tahun. Harapannya kebijakan ini bisa menunjang proses belajar mereka,” kata Aries.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO