Salah satu SD di Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, yang rusak.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Banyaknya sekolah SD yang rusak menjadi perhatian Pemkab Pasuruan. Untuk menunjang kelangsungan proses belajar siswa, tahun ini dinas pendidikan akan melakukan perbaikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Tri Agus Budhiarto, mengungkapkan jumlah sekolah SD ada 657. Dari jumlah itu, sekitar 200 sekolah mengalami kerusakan.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
- Wabup Pasuruan Pantau GPM Serentak di Halaman Kecamatan Kejayan
Untuk tingkat kerusakan bervariasi, ada yang ringan, sedang, hingga berat. Bahkan, beberapa ruangan sekolah ada yang tak bisa ditempati, karena kerusakan yang parah.
"Karena akan membahayakan siswa bila tetap digunakan, sehingga kegiatan belajar dan mengajar ditempatkan di tempat yang lain," jelasnya.
Mantan asisten II ini menyampaikan bahwa menangani sekolah yang rusak butuh anggaran besar. Karena itu, rencananya tahun ini ada sekitar 90 sekolah yang akan direhab.
"Pemkab Pasuruan mendapat sokongan dari pusat melalui DAK," ujarnya.
Setidaknya, Rp24 miliar bakal digelontorkan pemerintah pusat untuk rehab sekolah di Kabupaten Pasuruan. Dana tersebut belum termasuk anggaran dari daerah, berupa DAU.
"Memang butuh dana besar. Dana yang ada pun belum bisa menjangkau perbaikan seluruh ruang sekolah. Namun, setidaknya bisa dibenahi perlahan," paparnya. (bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




