Kamis, 04 Juni 2020 21:19

Berkas Pekara Tersangka Korupsi Bulog Jatim Rp 1,6 M Dilimpahkan ke Kejari Mojokerto

Rabu, 12 Juni 2019 19:17 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Soffan Soffa
Berkas Pekara Tersangka Korupsi Bulog Jatim Rp 1,6 M Dilimpahkan ke Kejari Mojokerto
Sigit saat dibawa petugas hendak dijebloskan ke Lapas Klas II Kota Mojokerto.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Setelah berhasil dibekuk di wilayah Bandung pada 21 Maret lalu, berkas perkara Sigit Hendro Purnomo, tersangka kasus Korupsi Bulog Jatim senilai Rp 1,6 Miliar, kini dilimpahkan oleh Kejaksaan Tinggi Jatim ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto.

Setelah sampai di Mojokerto, Sigit yang mengenakan rompi oranye langsung dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Kota Mojokerto di Jalan Taman Siswa, Rabu (12/6).

Hingga kasusnya dapat disidangkan, Mantan Kasi Komersil dan Pengembangan Bisnis Industri Bulog Sub Divre Wilayah Surabaya Selatan tersebut harus mendekam di lapas hingga 20 hari ke depan.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melimpahkan tersangka dan berkas ke Kejari karena perkaranya masuk wilayah Kabupaten Mojokerto.

Pihak kejaksaan saat ini masih mengusut dugaan keterlibatan aktor lain dalam kasus korupsi di Bulog Jatim Sub Divre Wilayah Surabaya Selatan tersebut. “Kami meyakini paling tidak dia tidak sendiri,” kata Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto, Rudy Hartono.

Seperti diinformasikan, kasus korupsi yang menjerat Sigit Hendro Purnomo terjadi pada tahun 2017-2019. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Sigit sempat melarikan diri dan ditetapkan sebagai buron (DPO). Pelarian warga Jalan Layur Blok D-11, Mojokerto ini selama setahun akhirnya berhenti setelah Tim Intel Kejati Jatim membekuknya di Bandung pada, Kamis (21/3) lalu.

Diduga, selama menjabat, Sigit tidak menyetor uang pembayaran dari konsumen ke ke rekening Bulog. Uang yang digelapkan di antaranya dari hasil penjualan di pasar umum sebesar Rp 91.140.000, jagung sebesar Rp 800 juta, serta selisih stok gula sebanyak 10.118 kg senilai Rp 126.475.000. Juga Piutang Rumah Pangan Kita (RPK) sebesar Rp 618.675.000 ditampung di rekening pribadinya.

Tertangkapnya Sigit juga melegakan beberapa pihak. Sebab selain buron Kejati Jatim, Sigit diketahui juga merupakan buron Polda Jatim.

Beberapa BUMD seperti Puspa Agro dan pihak lain telah melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan Sigit senilai Rp 13 miliar. “Sigit juga lagi dicari pihak Polda karena ada kasus penipuan dan penggelapan beberapa rekanan Bulog Jatim senilai Rp 13 Milyar lebih,” kata Asipidsus Kejati Jatim, Didik Farkhan. (sof/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 03 Juni 2020 11:08 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <...