Minggu, 15 September 2019 20:20

Pencarian Pendaki Gunung Lawu yang Hilang Terkendala Cuaca

Sabtu, 05 Januari 2019 00:05 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Anton Suroso
Pencarian Pendaki Gunung Lawu yang Hilang Terkendala Cuaca
Jalur pendakian Pos Cemoro Sewu yang ditutup.

MAGETAN, BANGSAONLINE.com - Pecarian pendaki Gunung Lawu asal Magelang, Jawa Tengah yang dikabarkan hilang sejak mendaki pada Senin (31/12) lalu, belum membuahkan hasil. Cuaca yang buruk seperti kabut tebal disertai hujan angin, membuat tim rescue dari jalur pendakian Candi Cetho, Cemoro Kandang, dan Cemoro Sewu sampai saat ini masih belum bisa menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

"Sampai dengan saat ini masih nihil. Cuaca masih buruk. Jadi komunikasi kami juga susah. Mungkin karena kabut, jadi mengganggu sinyal," kata Hartanto, salah satu Relawan Paguyuban Giri Lawu (PGL), Jumat (4/1).

Dikatakan Hartanto, sampai dengan saat ini laporan terakhir kondisi cuaca di atas gunung Lawu masih dikatakan buruk, sehingga para relawan masih berkumpul di pos pendakian Hargo Dalem.

"Sampai dengan saat ini total jumlah relawan yang naik ada 19. Laporan terakhir ini tadi cuaca masih buruk jadi masih berkumpul di pos Hargo Dalem," ujarnya.

Hartanto menjelaskan, untuk memudahkan penyisiran korban yang dilakukan tim rescue, dalam dua hari ini pihak Perhutani juga menutup pos Pendakian Cemoro Sewu.

Selain itu, lanjut Hartanto, saat ini para relawan yang berada di bawah selalu melakukan monitor. Bila dari tim rescue yang berada di atas sudah kehabisan tenaga, akan segera diganti personel dari bawah.

Diberitakan sebelumnya, Alvi Kurniawan (20) pendaki asal Desa Menjing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, hilang dan belum juga kembali. Ia melakukan pendakian Gunung Lawu melalui jalur Candi Cetho pada Senin (31/12) lalu.

Tim Basarnas Solo dan BPBD Kabupaten Magetan serta bekerja sama dengan para relawan pendaki gunung melakukan pencarian ke puncak Gunung Lawu. Namun sayangnya, sampai dengan saat ini belum ada tanda-tanda sama sekali petunjuk mengenai keberadaan korban. (ton/rd)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...