Selasa, 04 Agustus 2020 23:56

Buntut Pidato Prabowo Terkait Profesi Tukang Ojek, KOMM Gelar Aksi di Depan Bawaslu Mojokerto

Senin, 26 November 2018 16:51 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Soffan Soffa
Buntut Pidato Prabowo Terkait Profesi Tukang Ojek, KOMM Gelar Aksi di Depan Bawaslu Mojokerto
Puluhan tukang ojek yang melakukan aksi. Foto: SOFFAN/BANGSAONLINE

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Puluhan massa yang mengatasnamakan Komunitas Ojek Moderen Mojopahit (KOMM) menggelar aksi di depan Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto, Senin (26/11). Mereka melaporkan pernyataan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto beberapa hari lalu yang dinilai merendahkan profesi tukang ojek.

Dengan membawa spanduk berisi tuntutan, perwakilan massa menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Bawaslu Jalan Raya R.A Basuni, Kecamatan Sooko. Koordinator aksi, Seno Panca Pramudya mengatakan, ada tiga tuntutan terkait pernyataan Prabowo tersebut. 

"Tututan Kami Supaya Prabowo mencabut pernyataan yang dilontarkan dalam pidato tersebut. Selain itu, Prabowo harus mengklarifikasi maksud pernyataan yang dilontarkan dalam pidato tersebut dan meminta maaf kepada pihak yang direndahkan yakni tukang ojek online secara umum dan terbuka," terangnya.

Masih kata Seno, dalam pidatonya Prabowo telah membuat pernyataan kontroversial seputar tukang ojek. Dalam pernyataannya calon presiden nomer urut 2 itu mempermasalahkan keberadaan anak muda yang berprofesi sebagai tukang ojek. 

Dalam kampanyenya di Jakarta Selatan pada 21 November lalu, Prabowo mengatakan bahwa perjalanan karir pemuda setelah lulus SMA akan menjadi tukang ojek. Pihaknya juga menilai bahwa dalam pidato Prabowo Subianto tersebut terdapat pernyataan jika ijazah SMA-S1 itu untuk tukang ojek.

Usai melakukan orasi, perwakilan tukang ojek langsung membubarkan diri secara tertib dan menyerahkan petisi yang berisi tiga tuntutan ke pihak Bawaslu Kabupaten Mojokerto.

Saat ditemui, Kepala Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Aris Fahrudin Asy-at mengatakan bahwa petisi tersebut akan dijadikan sebagai informasi awal. "Karena skupnya adalah isu nasional maka kami akan melakukan koordinasi dengan Bawaslu Provinsi. Yang disampaikan tadi, sedikitnya ada beberapa tuntutan terkait pernyataan dari salah satu capres terkait tukang ojek,” jelasnya.

Menanggapi laporan KOMM, pihaknya akan melakukan kajian apakah petisi tersebut memenuhi unsur Undang-undang Pemilu apa tidak. "Hari ini akan langsung kami kirim ke Bawaslu Provinsi agar dapat segera dilakukan kajian,” pungkasnya. (sof/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...