Rabu, 01 April 2020 14:43

Pembuang Bayi di Jombang Sempat Ingin Ambil Lagi Anaknya

Sabtu, 10 November 2018 19:24 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Rony Suhartomo
Pembuang Bayi di Jombang Sempat Ingin Ambil Lagi Anaknya
foto: RONY SUHARTOMO/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Pasangan kekasih yang belakangan jadi tersangka pembuang bayi di Desa Gajah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Kamis 8 November 2018 dini hari lalu mengaku menyesali perbuatanya.

Yuda Setia Dandik (20) Warga Desa Rejoagung, Ngoro dan Rika Nur Safitri (19) warga Desa Karangan, Bareng, yang notabene merupakan orang tua dari bayi malang tersebut bahkan sempat berniat mengambil kembali bayinya ini. Dandik, ayah dari bayi tersebut kemudian datang ke rumah Said, tempat di mana dia membuang bayinya itu. Kepada Said, Dia mengaku ingin meminta kembali bayinya kembali, Sabtu (10/11).

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi membenarkan, pasangan ini sempat datang dan bermaksud mengambil bayinya sehari setelah mereka membuangnya di teras rumah mantan guru mereka, Said warga Desa Gajah. Gatot menuturkan, rasa takut keduanya semakin besar, tatkala berita mengenai pembuangan bayi ini viral di media sosial.

“Jadi kedua tersangka ini sempat hendak mengambil kembali bayinya ini, namun karena sudah lebih dari 24 jam, maka proses hukum tetap berjalan karena mereka terbukti menelantarkan anak yang berusia di bawah tujuh tahun,” terang AKP Gatot.

Sebelumnya, warga Desa Gajah Kecamatan Ngoro sempat dihebohkan dengan penemuan bayi perempuan yang baru berumur dua hari diteras salah satu warga. Bayi kini diketahui merupakan hasil hubungan gelap pasangan Yuda Setia Dandik (20) Warga Desa Rejoagung, Ngoro dan Rika Nur Safitri (19) warga Desa Karangan, Kecamatan Bareng ini sengaja ditinggalkan di teras rumah Said, warga setempat.

Karena merasa malu lantaran keduanya belum resmi menjadi pasangan suami istri. Penemuan bayi yang sempat viral dimedia sosial ini pun kemudian dilaporkan kepada aparat Desa dan Polisi.

“Selain malu juga karena faktor ekonomi, jadi mereka merasa tidak mampu merawat bayinya,” terangnya.

Kedua orang tua bayi ini kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi. Keduanya diamankan saat hendak mengambil bayi mereka di rumah Said. Mereka terancam hukuman 5 tahun penjara. Keduanya akan dijerat pasal tentang membuang anak yang dibawah umur 7 tahun.

Sementara, bayi malang tersebut kini dititipkan oleh petugas di Dinas Sosial untuk dirawat. “Bayinya sekarang kami titipkan di Dinas Sosial, ada disalah satu panti asuhan di Kecamatan Diwek,” pungkas Gatot. (ony/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...