Selasa, 25 September 2018 22:59

Dramatis, Perahu Pengangkut Gunungan Larung Sesaji Pantai Serang Nyaris Terbalik

Kamis, 13 September 2018 15:41 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Dramatis, Perahu Pengangkut Gunungan Larung Sesaji Pantai Serang Nyaris Terbalik
Detik-detik salah satu perahu pembawa sesaji yang diserang ombak di Pantai Serang.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Ombak setinggi dua meter menyambut tiga buah tumpeng yang dilarung di Pantai Serang, Desa Serang, Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Kamis (13/9/2108). Setelah sempat beberapa kali tersapu ombak, tiga kapal nelayan yang membawa tumpeng pun akhirnya berhasil mencapai laut lepas.

Di bibir pantai, ribuan masyarakat serta wisatawan berjejer menyaksikan proses pelarungan gunungan tersebut. Warga yang menyaksikan sempat histeris dan berhamburan menjauh dari pinggir pantai saat ombak besar tiba-tiba datang menerjang kapal dan membawanya kembali ke daratan.

Diiringi gamelan dan tembang Jawa, tiga gunungan yang terdiri dari gunungan lanang (laki-laki), gunungan wadon (perempuan), serta gunungan hasil bumi berisi buah dan sayur dijatuhkan ke laut.

Larung sesaji di Pantai Serang ini merupakan agenda tahunan untuk memperingati bulan Suro penanggalan kalender Jawa sekaligus Tahun Baru Islam 1440 Hijriah yang jatuh pada bulan Muharram. "Memang sempat ada kendala, satu perahu sempat kesulitan menerjang ombak. Namun secara spiritual hal itu bukan pertanda apa-apa, hanya kondisi alam dan masalah teknis joki kapal yang kurang tepat. Jadi hanya masalah teknis saja," tutur sesepuh Desa Serang, Ki Raban Yuwono, Kamis (13/9/2018).

Bupati Blitar Rijanto berharap tradisi ini terus dilestarikan. Selain sebagai rasa syukur kepada tuhan, diharapkan dengan tradisi ini dapat mendongkrak potensi wisata Pantai Serang.

"Ini tradisi yang sudah dilakukan bertahun-tahun, turun temurun. Di pantai selatan selalu dilakukan upacara tradisional larung sesaji. Di era modern kita maknai hal ini sebagai sesuatu yang positif untuk bersyukur atas kuasa tuhan serta mempromosikan wisata dan budaya Kabupaten Blitar," jelas Bupati Blitar Rijanto.

Sementara kepala Desa Serang, Dwi Handoko mengatakan titual larung sesaji ini menjadi agenda tahunan yang rutin dilakukan. Selain masih diyakini akan mendatangkan berkah bagi warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, acara ini terbukti mampu mendongkrak sektor wisata di pesisir Blitar Selatan. Utamanya Pantai Serang yang sebelumnya lesu pengunjung.

"Ini agenda rutin kami yang dikemas dalam festival Serang. Selain larung sesaji, kami juga menggelar berbagai event lainnya seperti lomba patung pasir, lomba layang-layang, festival jazz dan pelepasan tukik," papar Dwi Handoko. (ina/rev)

Suparto Wijoyo
Senin, 17 September 2018 22:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEMOKRASI sejak mulanya adalah kerumunan yang meneguhkan kekuatan tanda kuasa sedang digumpalkan. Rakyat terlibat langsung untuk mengatur penyelenggaraan negara kota (polis) yang skala kepentingan maupun wilayahnya tidak seleba...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 22 September 2018 10:49 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Minggu, 16 September 2018 18:57 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Wisata susur sungai sekarang sudah ada di Kabupaten Tuban, tepatnya di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Destinasi wisata susur sungai bernama Wisata Tubing ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebuda...