Selasa, 23 Juli 2019 23:35

Dramatis, Perahu Pengangkut Gunungan Larung Sesaji Pantai Serang Nyaris Terbalik

Kamis, 13 September 2018 15:41 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Dramatis, Perahu Pengangkut Gunungan Larung Sesaji Pantai Serang Nyaris Terbalik
Detik-detik salah satu perahu pembawa sesaji yang diserang ombak di Pantai Serang.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Ombak setinggi dua meter menyambut tiga buah tumpeng yang dilarung di Pantai Serang, Desa Serang, Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Kamis (13/9/2108). Setelah sempat beberapa kali tersapu ombak, tiga kapal nelayan yang membawa tumpeng pun akhirnya berhasil mencapai laut lepas.

Di bibir pantai, ribuan masyarakat serta wisatawan berjejer menyaksikan proses pelarungan gunungan tersebut. Warga yang menyaksikan sempat histeris dan berhamburan menjauh dari pinggir pantai saat ombak besar tiba-tiba datang menerjang kapal dan membawanya kembali ke daratan.

Diiringi gamelan dan tembang Jawa, tiga gunungan yang terdiri dari gunungan lanang (laki-laki), gunungan wadon (perempuan), serta gunungan hasil bumi berisi buah dan sayur dijatuhkan ke laut.

Larung sesaji di Pantai Serang ini merupakan agenda tahunan untuk memperingati bulan Suro penanggalan kalender Jawa sekaligus Tahun Baru Islam 1440 Hijriah yang jatuh pada bulan Muharram. "Memang sempat ada kendala, satu perahu sempat kesulitan menerjang ombak. Namun secara spiritual hal itu bukan pertanda apa-apa, hanya kondisi alam dan masalah teknis joki kapal yang kurang tepat. Jadi hanya masalah teknis saja," tutur sesepuh Desa Serang, Ki Raban Yuwono, Kamis (13/9/2018).

Bupati Blitar Rijanto berharap tradisi ini terus dilestarikan. Selain sebagai rasa syukur kepada tuhan, diharapkan dengan tradisi ini dapat mendongkrak potensi wisata Pantai Serang.

"Ini tradisi yang sudah dilakukan bertahun-tahun, turun temurun. Di pantai selatan selalu dilakukan upacara tradisional larung sesaji. Di era modern kita maknai hal ini sebagai sesuatu yang positif untuk bersyukur atas kuasa tuhan serta mempromosikan wisata dan budaya Kabupaten Blitar," jelas Bupati Blitar Rijanto.

Sementara kepala Desa Serang, Dwi Handoko mengatakan titual larung sesaji ini menjadi agenda tahunan yang rutin dilakukan. Selain masih diyakini akan mendatangkan berkah bagi warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, acara ini terbukti mampu mendongkrak sektor wisata di pesisir Blitar Selatan. Utamanya Pantai Serang yang sebelumnya lesu pengunjung.

"Ini agenda rutin kami yang dikemas dalam festival Serang. Selain larung sesaji, kami juga menggelar berbagai event lainnya seperti lomba patung pasir, lomba layang-layang, festival jazz dan pelepasan tukik," papar Dwi Handoko. (ina/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...