Selasa, 21 Agustus 2018 17:18

Soal Kerusakan Jalan, Dishub Mojokerto Persilakan DPUPR Lapor ke Forum Lalu Lintas

Kamis, 12 Oktober 2017 21:24 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
Soal Kerusakan Jalan, Dishub Mojokerto Persilakan DPUPR Lapor ke Forum Lalu Lintas
Pembenahan instrastruktur jalan di Kota Mojokerto, beberapa titik kini diganti cor agar awet. Tampak excavator sedang mengupas jalan. Foto: YUDI EKO P/BANGSAONLINE

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Kerusakan sejumlah infrastruktur jalan di wilayah perbatasan mendapat respon cepat dari Pemkot Mojokerto. Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat langsung mengambil langkah taktis dengan merevitalisasi Jalan Raya Randegan dan Jalan Raya Pulorejo.

Pihak berwenang itu pun menyatakan akan membuat payung hukum untuk melindungi aset vital tersebut dari kerusakan akibat pelanggaran tonase.

"Sudah, sudah kita perbaiki. Setelah ada informasi soal kerusakan ini kami langsung bertindak," tegas Plt. Kepala DPUPR Kota Mojokerto Agoes Heri Santoso, Kamis (12/10).

Agoes yang juga menjabat Kabag Pembangunan Setda menegaskan akan membawa persoalan dugaan pelanggaran tonase jalan itu ke Forum Lalu Lintas. "Akan kami Forum Lalu Lintas, karena memang kerusakan ini lebih karena disebabkan dilalui truk-truk pengangkut material. Padahal, akses infrastruktur ke luar kota tersebut jelas-jelas adalah jalan kelas tiga," tambahnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo menyilakan DPUPR untuk membawa kasus kerusakan jalan ini ke Forum Lalu Lintas. "Silakan, itu kan inisiatif PU. Silakan PU bikin Peraturan Daerah dan undang Forum Lantas untuk mensosialisasikan aturan tersebut," katanya.

Gaguk mengatakan aturan kelas jalan bukan menjadi kewenangannya. Sebab, katanya, aturan itu muncul dari OPD teknis tersebut. "PU yang tahu kemampuan jalan tersebut, bukan kami. UU 22 tahun 2009 huruf e yang mengatur kelas jalan itu kewenangan PU," tandasnya.

Ia mengingatkan, kerusakan jalan tidak melulu karena daya dukung jalan, namun juga bisa diakibatkan kualitas jalan yang payah. "Banyak faktor penyebab kerusakan jalan itu. Memang ada karena daya dukung jalan tak mumpuni, ada juga karena kontur tanah yang labil atau kualitasnya yang jelek," pungkasnya.

Miliaran rupiah anggaran pemeliharaan jalan di PUPR dipastikan menguap sia-sia akibat cekaknya umur jalan di daerah itu. Sejumlah jalur trans yang menghubungkan luar daerah mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat dilalui kendaraan bertonase berat.

Tragisnya, pihak berwenang setempat tak memberikan pengamanan apapun terhadap jalur menuju luar kota yang di dominasi kendaraan pengangkut material tersebut.

Kerusakan terparah berada di sejumlah titik di kawasan pinggiran. Diantaranya berada di jalur Pulorejo-Jombang dan jalur Randegan-Bangsal. Padahal, kedua jalan tersebut baru direhabilitasi sekitar dua bulan lalu. (yep/ian)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...