Sabtu, 21 April 2018 16:27

Soal Kerusakan Jalan, Dishub Mojokerto Persilakan DPUPR Lapor ke Forum Lalu Lintas

Kamis, 12 Oktober 2017 21:24 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
Soal Kerusakan Jalan, Dishub Mojokerto Persilakan DPUPR Lapor ke Forum Lalu Lintas
Pembenahan instrastruktur jalan di Kota Mojokerto, beberapa titik kini diganti cor agar awet. Tampak excavator sedang mengupas jalan. Foto: YUDI EKO P/BANGSAONLINE

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Kerusakan sejumlah infrastruktur jalan di wilayah perbatasan mendapat respon cepat dari Pemkot Mojokerto. Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat langsung mengambil langkah taktis dengan merevitalisasi Jalan Raya Randegan dan Jalan Raya Pulorejo.

Pihak berwenang itu pun menyatakan akan membuat payung hukum untuk melindungi aset vital tersebut dari kerusakan akibat pelanggaran tonase.

"Sudah, sudah kita perbaiki. Setelah ada informasi soal kerusakan ini kami langsung bertindak," tegas Plt. Kepala DPUPR Kota Mojokerto Agoes Heri Santoso, Kamis (12/10).

Agoes yang juga menjabat Kabag Pembangunan Setda menegaskan akan membawa persoalan dugaan pelanggaran tonase jalan itu ke Forum Lalu Lintas. "Akan kami Forum Lalu Lintas, karena memang kerusakan ini lebih karena disebabkan dilalui truk-truk pengangkut material. Padahal, akses infrastruktur ke luar kota tersebut jelas-jelas adalah jalan kelas tiga," tambahnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo menyilakan DPUPR untuk membawa kasus kerusakan jalan ini ke Forum Lalu Lintas. "Silakan, itu kan inisiatif PU. Silakan PU bikin Peraturan Daerah dan undang Forum Lantas untuk mensosialisasikan aturan tersebut," katanya.

Gaguk mengatakan aturan kelas jalan bukan menjadi kewenangannya. Sebab, katanya, aturan itu muncul dari OPD teknis tersebut. "PU yang tahu kemampuan jalan tersebut, bukan kami. UU 22 tahun 2009 huruf e yang mengatur kelas jalan itu kewenangan PU," tandasnya.

Ia mengingatkan, kerusakan jalan tidak melulu karena daya dukung jalan, namun juga bisa diakibatkan kualitas jalan yang payah. "Banyak faktor penyebab kerusakan jalan itu. Memang ada karena daya dukung jalan tak mumpuni, ada juga karena kontur tanah yang labil atau kualitasnya yang jelek," pungkasnya.

Miliaran rupiah anggaran pemeliharaan jalan di PUPR dipastikan menguap sia-sia akibat cekaknya umur jalan di daerah itu. Sejumlah jalur trans yang menghubungkan luar daerah mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat dilalui kendaraan bertonase berat.

Tragisnya, pihak berwenang setempat tak memberikan pengamanan apapun terhadap jalur menuju luar kota yang di dominasi kendaraan pengangkut material tersebut.

Kerusakan terparah berada di sejumlah titik di kawasan pinggiran. Diantaranya berada di jalur Pulorejo-Jombang dan jalur Randegan-Bangsal. Padahal, kedua jalan tersebut baru direhabilitasi sekitar dua bulan lalu. (yep/ian)

Kamis, 19 April 2018 18:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEBAT perdana Kandidat Gubernur Jawa Timur telah dihelat 10 April 2018 lalu dan terus mengiangkan diksi dan intonasi kata “kemiskinan” selama saya mengikutinya dalam perjalanan. Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil E...
Senin, 19 Maret 2018 19:42 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .      Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraa...
Sabtu, 21 April 2018 12:32 WIB
Assalamualaikum Ustad, saya ingin bertanya. Bapak saya punya saudara laki-laki dan dia punya cucu perempuan, apakah boleh saya menikahinya. Mohon di jawab. Waalaikumsalam.(Muhammad Tesan, Netizen)Jawab:Status hubungan keluarga di atas adalah sudah ...
Jumat, 20 April 2018 23:01 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Ngawi dikenal mempunyai Alas Srigati atau Alas Ketonggo yang terletak 12 Km arah selatan dari kota. Menurut masyarakat Jawa, Alas Ketonggo merupakan salah satu wilayah angker atau ‘wingit’ di tanah Jawa.Ha...