Selasa, 23 Juli 2019 03:03

Kemenhub Pastikan Bakal Aktifkan Lagi KA Bojonegoro - Tuban - Semarang

Rabu, 11 Januari 2017 17:15 WIB
Kemenhub Pastikan Bakal Aktifkan Lagi KA Bojonegoro - Tuban - Semarang
Rel kereta api bekas jalur Bojonegoro - Tuban. foto ilustrasi

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Direktur Angkutan dan Lalu Lintas Kereta Api Kementerian Perhubungan memastikan bakal mengaktifkan kembali jalur kereta api Bojonegoro - Tuban. Kepastian tersebut disampaikan Komisi A DPRD Bojonegoro usai kunjungan kerja di Kemenhub, Senin (10/01/17).

Mereka diterima oleh Direktur Angkutan dan Lalu Lintas Kereta Api Kemenhub RI Zulkifli. Dalam kunker itu, Komisi A membawa aduan masyarakat Bojonegoro yang merasa resah dengan isu simpang siur pengaktifan jalur rel kereta api tersebut. Selain itu, dewan juga menanyakan terkait harga sewa tanah milik PT KAI yang ditempati warga yang dinilai cukup mahal.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro Anam Warsito mengatakan, bahwa untuk rencana aktivasi jalur kereta Bojonegoro-Tuban, tepatnya Jatirogo-Lasem-Rembang-Semarang, itu benar adanya.

Sekarang Kementerian Perhubungan sedang dalam tahap feasibility study (FS) dan kemudian dilanjutkan tahap penyusunan design engineering development (DED).

"Mengenai kepastian waktunya kapan dimulai pembangunan belum pasti, masih menunggu ketersedian anggaran APBN," kata Anam, Rabu (11/1/17).

Terkait masalah kenaikan harga sewa, Kemenhub mengaku kurang paham, karena itu merupakan domain dan kewengangan PT KAI Daop 8 Surabaya.

"Kemenhub menyarankan mengundang langsung PT KAI Daop 8 Surabaya dan Balai Teknik perkeretaapian wilayah Jawa bagian timur agar masyarakat mendapatkan info lebih detail dan jelas," imbuhnya.

Untuk itu, DPRD Bojonegoro, kata dia, akan mengagendakan pertemuan antara semua pihak tersebut pada Jumat (13/01/2017) sekitar pukul 09.00 di ruang paripurna DPRD Bojonegoro. Semua pihak akan diundang di antaranya Kemenhub, PT KAI Daop 8 Surabaya, Balai Teknik Perkeretaapian, Badan Pertanahan dan perwakilan masyarakat pemanfaat tanah bekas rel.

"Intinya aktivasi kembali jalur kereta api merupakan program pembangunan nasional yaitu tersedianya transportasi massal yang murah, nyaman dan aman. Maka pilihan yang paling tepat adalah kereta api, dan jalur kereta api ini akan dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia," pungkasnya. (nur/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...