Rabu, 17 Oktober 2018 04:46

Kisruh Dualisme DPC GMNI Surabaya, GMNI Tuban dan Banyuwangi Sebut "Versi Pucang" Ilegal

Rabu, 02 November 2016 22:41 WIB
Kisruh Dualisme DPC GMNI Surabaya, GMNI Tuban dan Banyuwangi Sebut "Versi Pucang" Ilegal
Aksi GMNI Surabaya Versi Marinda saat ngeluruk ke sekretariat GMNI Surabaya Versi Marinda.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Dualisme kepemimpinan di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Surabaya antara "versi marinda" dan "versi pucang" semakin berlarut. Bahkan, DPC GMNI Surabaya versi pucang tadi malam (2/11) menyerbu Sekertariat DPC GMNI versi Marinda.

Selama ini DPC GMNI Surabaya “versi pucang” diketahui ngotot mengklaim sebagai organisasi yang sah. Namun, hal tersebut dibantah oleh sejumlah ketua DPC GMNI yang ada di Jawa Timur.

Bantahan tersebut di antaranya datang dari Ketua DPC GMNI Tuban dan Banyuwangi. Seperti yang disampaikan Ketua GMNI Tuban, Naha. Kepada BANGSAONLINE.com, ia mengatakan bahwa kepengurusan yang sah dan dikenal oleh DPC yang lain merupakan DPC GMNI Surabaya versi Marinda. 

“Jadi GMNI Versi Pucang itu ilegal,” tututrnya, Rabu (2/11).

Ia menambahkan, selama ini GMNI Versi Marinda sudah diakui oleh seluruh DPC GMNI di Jawa Timur. Sedangkan, DPC GMNI Surabaya Versi Pucang ini merupakan gerombolan yang mengatasnamakan dirinya organisasi GMNI.

“Itu hanya gerombolan yang ingin merusak nama baik GMNI saja” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua DPC GMNI Banyuwangi, Ibenk. Ia menyayangkan, adanya tindak aksi vandalis oleh oknum yang mengatasnakan dirinya GMNI. Sebab, selama ini GMNI Surabaya yang mempunyai legalitas hanya DPC GMNI Surabaya Versi Marinda.

“Ya hanya GMNI Surabaya versi Marinda yang mempunyai legalitas dari Presidium,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui selulernya.

Terkait kondisi itu, ia meminta agar aparat segera menindak tegas yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamankan dirinya GMNI. Apalagi sampai terjadinya tindakan anarkis.

“Aparat harus serius untuk mengusut kejadian tersebut,” terangnya.(wan/rev)

Suparto Wijoyo
Kamis, 11 Oktober 2018 13:39 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DUKA menggumpalkan kisah sekaligus narasi cerita yang bersambung membalutkan tragedi lingkungan dan kemanusiaan yang tiada terperikan. Beribu-ribu orang yang menjadi korban gempa di Palu maupun Donggala menyayatkan perihnya l...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...