Jumat, 21 Juni 2019 05:08

Kisruh Dualisme DPC GMNI Surabaya, GMNI Tuban dan Banyuwangi Sebut "Versi Pucang" Ilegal

Rabu, 02 November 2016 22:41 WIB
Kisruh Dualisme DPC GMNI Surabaya, GMNI Tuban dan Banyuwangi Sebut "Versi Pucang" Ilegal
Aksi GMNI Surabaya Versi Marinda saat ngeluruk ke sekretariat GMNI Surabaya Versi Marinda.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Dualisme kepemimpinan di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Surabaya antara "versi marinda" dan "versi pucang" semakin berlarut. Bahkan, DPC GMNI Surabaya versi pucang tadi malam (2/11) menyerbu Sekertariat DPC GMNI versi Marinda.

Selama ini DPC GMNI Surabaya “versi pucang” diketahui ngotot mengklaim sebagai organisasi yang sah. Namun, hal tersebut dibantah oleh sejumlah ketua DPC GMNI yang ada di Jawa Timur.

Bantahan tersebut di antaranya datang dari Ketua DPC GMNI Tuban dan Banyuwangi. Seperti yang disampaikan Ketua GMNI Tuban, Naha. Kepada BANGSAONLINE.com, ia mengatakan bahwa kepengurusan yang sah dan dikenal oleh DPC yang lain merupakan DPC GMNI Surabaya versi Marinda. 

“Jadi GMNI Versi Pucang itu ilegal,” tututrnya, Rabu (2/11).

Ia menambahkan, selama ini GMNI Versi Marinda sudah diakui oleh seluruh DPC GMNI di Jawa Timur. Sedangkan, DPC GMNI Surabaya Versi Pucang ini merupakan gerombolan yang mengatasnamakan dirinya organisasi GMNI.

“Itu hanya gerombolan yang ingin merusak nama baik GMNI saja” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua DPC GMNI Banyuwangi, Ibenk. Ia menyayangkan, adanya tindak aksi vandalis oleh oknum yang mengatasnakan dirinya GMNI. Sebab, selama ini GMNI Surabaya yang mempunyai legalitas hanya DPC GMNI Surabaya Versi Marinda.

“Ya hanya GMNI Surabaya versi Marinda yang mempunyai legalitas dari Presidium,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui selulernya.

Terkait kondisi itu, ia meminta agar aparat segera menindak tegas yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamankan dirinya GMNI. Apalagi sampai terjadinya tindakan anarkis.

“Aparat harus serius untuk mengusut kejadian tersebut,” terangnya.(wan/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 12 Juni 2019 16:10 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Setelah jalur lintas selatan Jogja dibuka, banyak pantai-pantai yang terbuka aksesnya untuk umum. Sebelumnya, keterbatasan akses membuat banyak pantai cantik ini nyaris tak terjamah oleh manusia. Namun sekarang banya...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Rabu, 19 Juni 2019 14:35 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat ...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...