Tanya-Jawab Islam: Bagaimana Urutan Sholat Malam, antara Taubat, Tahajud, dan Hajat?

Tanya-Jawab Islam: Bagaimana Urutan Sholat Malam, antara Taubat, Tahajud, dan Hajat? Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.

Alurnya sederhana. Seorang hamba lebih dahulu memohon ampun kepada Allah melalui shalat taubat. Ini sejalan dengan perintah Al-Qur’an agar orang beriman bertaubat dengan sungguh-sungguh, sebagaimana disebut dalam QS. At-Tahrim ayat 8: "Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanannya".

Setelah itu, dilanjutkan dengan shalat tahajud. Tahajud memang sangat terkait dengan ibadah malam. Dasarnya antara lain QS. Al-Isra’ ayat 79: "Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji".

Sesudah itu, bila ada kebutuhan tertentu, Anda dapat mengerjakan shalat hajat atau memperbanyak doa setelah shalat malam. Secara batiniah, urutan ini terasa wajar: seseorang membersihkan diri terlebih dahulu dengan taubat, mendekat kepada Allah melalui tahajud, lalu menyampaikan hajatnya dengan doa yang sungguh-sungguh.

Adapun shalat witir sebaiknya dikerjakan paling akhir, sebagai penutup shalat malam. Ini berdasarkan sabda Nabi SAW: "Jadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari dengan witir" (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi, urutan yang dianjurkan adalah: taubat – tahajud – hajat – witir. Tetapi ini bukan aturan kaku. Jika waktu sempit, seseorang boleh mengerjakan yang mampu ia lakukan. Yang paling penting adalah kekhusyukan, kejujuran taubat, dan kesungguhan dalam berdoa kepada Allah.

Wallahu a’lam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO