Kiai Yusuf Hasyim Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional: Kiai Militer Berbasis Pesantren

Kiai Yusuf Hasyim Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional: Kiai Militer Berbasis Pesantren Sampul buku Biografi KH Yusuf Hasyim, Kiai Militer Pengawal Ideologi NKRI Berbasis Pesantren. Foto: bangsaonline

Film-film porno itu terkenal dengan istilah film Sekwilda (sekitar wilayah dada) karena banyak mempertontonkan aurat wanita yakni payudara dan paha wanita.

Pada akhirnya pernyataan dan langkah Kiai Yusuf Hasyim itu menyadarkan publik. Termasuk para kiai di pesantren. Bahkan kini banyak sekali pesantren yang punya rumah produksi film.

Apalagi dalam era digital. Rumah produksi film dianggap sebagai salah satu indikator prestise dan gengsi bahkan kemajuan pesantren.

Nah, perjuangan Kiai Yusuf Hasyim dalam berbagai lini dan medan pertempuan itu terangkum dalam buku Biografi KH Yusuf Hasyim, Kiai Militer Pengawal Ideologi NKRI Berbasis Pesantren. Buku yang ditulis Dr Aguk Irawan dan M. Mas’ud Adnan inilah yang akan menjadi pembahasan utama para menteri, kiai dan toko-tokoh nasional itu.

Aguk Irawan adalah alumnus Universitas Al Azhar Mesir yang kini menjadi pengasuh Pesantren Baitul Kilmah Bantul Yogyakarta. Ia dikenal sebagai penulis produktif. Beberapa karyanya: Trilogi Biografi Hadratussyaikh (Penakluk Badai), Biografi KH A Wahid Hasyim (Sang Mujtahid) dan Biografi Gus Dur (Peci Miring).

Sedangkan M Mas’ud Adnan alumnus Pesantren Tebuireng dan Pascasarjana Unair. Kini CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE yang bermarkas di Jalan Cipta Menanggal I nomor 35 Surabaya.

Gus Riza Yusuf Hasyim, salah seorang putra Kiai Yusuf Hasyim, mengungkapkan bahwa seminar itu akan digelar pada Senin, 3 Februari 2025, pukul 9 pagi di Gedung KH M Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng Jombang.

“Semula seminar itu akan digelar pada 17 Februari 2025. Tapi setelah audensi dengan Dinsos Jatim ternyata diminta dipercepat karena waktunya mepet. Karena setelah seminar ini Dinsos Jatim juga akan mengadakan pertemuan TP2DG membahas buku tersebut,” tutur Gus Riza kepada BANGSAONLINE, Jumat (31/1/2025) pagi.

Kiai Yusuf Hasyim memang dikenal sebagai tokoh pejuang kemerdekaan RI sejak usia muda, terutama sebagai tokoh Laskar Hizbullah. Kiai Yusuf Hasyim terlibat perjuangan fisik dan bahkan memimpin perjuangan menumpas PKI yang memberontak pada pemerintah Indonesia yang sah.

Bahkan Kiai Yusuf Hasyim inilah tokoh yang menyelamatkan Pondok Modern Gontor dari serbuan PKI. Tubuhnya yang gagah, tinggi besar, dan memiliki nyali, keberanian serta strategi perang yang luar biasa membuat sosok Kiai Yusuf Hasyim disegani musuh-musuhnya, termasuk tokoh-tokoh PKI.

Ketika Hizbullah melebur ke TNI Kiai Yusuf Hasyim sempat aktif sebagai tentara. Sampai berpangkat Letnan Satu. Namun putera Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ri itu kemudian mengundurkan diri dari TNI. Kiai Yusuf Hasyim kemudian memilih perjuangan politik.

Kiai Yusuf Hasyim menjadi pengasuh Pesantren Tebuireng terlama setelah Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari. Beliau mengasuh Pesantren Tebuireng sejak 1965 hingga 2006. Selama 41 tahun.

Hadratussyaikh mendirikan Pesantren Tebuireng pada 1899 M. Beliau wafat pada 25 Juli 1947. Bertepatan dengan 7 Ramadan 1366 Hijriah. Beliau mengasuh Pesantren Tebuireng selama 48 tahun.

Kiai Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Namun sebelum wafat beliau sudah menyerahkan kepengasuhan Pesantren Tebuireng kepada Dr (HC) Ir KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Tentu juga berdasar rapat keluarga dzurriyah Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari.

Gus Sholah adalah putra KH Abdul Wahid Hasyim, putra pertama Hadratussaikh KH M Hasyim Asy’ari. Kiai A. Wahid Hasyim adalah saudara kandung Kiai Yusuf Hasyim.

Gus Sholah mengasuh Pesantren Tebuireng sejak 2006. Gus Sholah wafat pada Ahad 2 Februari 2020. Seperti Kiai Yusuf Hasyim, sebelum wafat Gus Sholah juga sudah menyerahkan kepengasuhan Pesantren Tebuireng kepada KH Abdul Hakim Mahfudz (). mengasuh Pesantren Tebuireng sejak 2020.

Gus Sholah sejatinya sudah menyerahkan ke tahun sebelumnya. Namun karena ta’dzim baru menjadi pengasuh Pesantren secara full setelah Gus Sholah wafat. pengasuh Pesantren Tebuireng generasi ke-8. (M Mas’ud Adnan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Bupati Nganjuk Ziarah ke Makam Marsinah dan Usulkan Jadi Pahlawan Nasional':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO