Feliga Agit (pakai helm safety) saat memimpin sidak Komisi IV DPRD Kabupaten Ngawi ke proyek PT GFT
Selain water trap, Komisi IV DPRD Ngawi meminta pihak pabrik memasang kamera pengawas. Termasuk pemasangan rambu-rambu lalu lintas, di sepanjang kanan dan kiri lokasi pembangunan pabrik mainan tersebut.
“Sehingga pengguna jalan tahu, radius beberapa ratus meter ada pekerjaan proyek,” ucap Feligia Agit.
Ditanya soal analisis dampak lalu lintas (Andalalin), Feliga Agit menyebut pihak pabrik telah mengantonginya. Namun pihaknya tetap minta, agar rambu dan kelengkapan lainnya segera dilengkapi.
“Hal ini menjadi catatan, agar kedepan, hal-hal yang kurang ini bisa dipenuhi. Kami akan evaluasi lagi, apa yang menjadi rekomendasi Komisi IV, kalau sudah dilengkapi bisa beroperasi lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak perusahaan mengaku telah berupaya mendatangkan mesin Washing bay dari Jawa Tengah. Harapannya mesin itu bisa secepatnya bisa beroperasi sehingga permasalahan yang terjadi dapat teratasi.
Perwakilandari pembangunan pabrik Sugiarto menjelaskan bahwa pihaknya juga telah berupaya melakukan pembersihan kendaraan truk pengangkut material pembangunan pabrik mainan. Salah satunya dengan cara manual memakai mesin diesel setiap harinya.
"Sebenarnya kita juga sudah melakukan pembersihan," tutur Sugiarto. (nal/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




