Lokasi peternakan ayam petelur di Rejomulyo Ngawi
NGAWI,BANGSAONLINE.com - Sejumlah warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi mengeluhkan aktivitas usaha peternakan ayam petelur yang berada di dekat permukiman.
Keluhan utama warga terkait bau menyengat dari kotoran ayam serta limbah berupa bulu yang dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan.
BACA JUGA:
- TPA Sekoto Rawan Overload, DLH Kabupaten Kediri Usulkan Dua TPST Berteknologi RDF
- Kaca Depan Pecah dan Sopir Terluka, 3 Pelajar Pelempar Bus Ditangkap di Padas Ngawi
- Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Galian C Ngawi
- Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Ngawi, Warga Panik Selamatkan Diri
Peternakan ayam petelur tersebut diketahui telah beroperasi selama kurang lebih dua tahun terakhir, dengan jumlah populasi mencapai sekitar 11 ribu ekor.
Lokasi kandang yang berada tidak jauh dari rumah warga menjadi pemicu utama munculnya keluhan.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rejomulyo, Bambang Hariyanto, mengatakan bahwa warga merasa terganggu dengan bau tidak sedap yang ditimbulkan dari aktivitas peternakan tersebut.
Selain itu, warga juga menyoroti kurangnya komunikasi antara pemilik usaha dengan masyarakat sekitar.
“Warga berharap ada pembenahan dalam pengelolaan, khususnya terkait penanganan kotoran, serta adanya sosialisasi yang lebih intens kepada masyarakat,” ujarnya.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, pemerintah desa bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi telah melakukan mediasi serta pengecekan langsung ke lokasi peternakan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




