Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Foto: istimewa
“Hadratussyaikh ini tetap berjihad, tidak mau kompromi loyal. Tetap ngemong tentara-tentara, junuduhu dari santri-santri,” kata Kiai Mustain Syafii yang tiap hari tulisannya muncul di Rubrik Tafsir Al Quran Aktual HARIAN BANGSA, koran lokal daerah Jawa Timur.
“Hadratussyaikh itu tetap memimpin gerakan-gerakan di bawah tanah,” tambah Kiai Mustain Syafii.
Lalu apa motif pemerintah Hindia Belanda mau memberi bintang penghargaan kepada Hadratussyaikh? Kiai Mustain Syafii menduga untuk merayu Hadratussyaikh agar mau memihak pemerintah Belanda.
“Kira-kira perayuan,” kata Kiai Mustain Syafii. Sebab, menurut Kiai Mustain Syafii, Hadratussyaikh adalah ulama besar dan sangat berpengaruh. Bahkan Hadratussyakh satu-satunya ulama besar yang bisa menyatukan umat Islam sehingga disebut sebagai bapak umat Islam.
Tapi Kiai Mustain Syafii enggan berkomentar lebih jauh tentang Habib Usman Bin Yahya. Apalagi dalam perspektif politik. “Aku emmoh mengomentari Usman Baalawi, aku mau mengomentari kiaiku dewe (kiai saya sendiri),” tegas kiai hafal Al Quran itu.
Namun dalam poadcast BANGSAONLINE bertema Hadratussyaikh Menolak, Habib Usman Bin Yahya Menerima Bintang dari Belanda itu Kiai Mustain Syafii juga bercerita tentang peran Habib Usman dalam menangkal Wahhabi di nusantara sekaligus perannya menjaga Ahlussunnah Wal Jemaah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




